Bupati Sumbawa Secara Resmi Membuka Seminar Bulan K3, Ciptakan Lingkungan Kerja Aman, Sehat, dan Produktif
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa - Reportase7.com
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi membuka Seminar Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dengan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa 27 Januari 2026.
Pembukaan seminar ini dihadiri oleh para Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta para tamu undangan lainnya dari unsur instansi vertikal, dunia usaha, praktisi K3, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Seminar Bulan K3 Nasional ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa penerapan K3 bukan sekadar kewajiban formal, melainkan kebutuhan mendasar dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja dalam membangun sistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan berkelanjutan.
Sementara itu, sambutan sekaligus laporan kegiatan disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (BPK dan K3) Pulau Sumbawa, Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, Zulkifli Kurniawan, ST., MT. Dalam laporannya, Zulkifli Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk menumbuhkan kembali komitmen bersama dalam melindungi tenaga kerja Indonesia serta membangun dunia kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 146,54 juta tenaga kerja, dengan jutaan aktivitas kerja yang memiliki tingkat risiko beragam, mulai dari sektor industri, konstruksi, pertambangan, transportasi, perkebunan, sektor jasa, hingga ekonomi digital. Kondisi tersebut menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pondasi yang sangat penting dalam setiap aktivitas ketenagakerjaan.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional dan pelaksanaan seminar ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya penerapan K3 di tempat kerja, memperkuat peran K3 sebagai sistem perlindungan tenaga kerja dan penopang produktivitas nasional, mendorong penguatan K3 melalui pemanfaatan teknologi informasi, serta meningkatkan partisipasi aktif perusahaan, pekerja, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat dalam membangun budaya K3.
Seminar Bulan K3 Nasional ini diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah, perusahaan, praktisi K3, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, sebagai wujud sinergi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Sumbawa.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar