(Foto: Kurniawan Muhamamad Nur Direktur III Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Politeknik Poliwangi bersama Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan dan perwakilan dari salah satu kampus di NTB)


Mataram - Reportase7.com

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) adalah jalur seleksi nasional yang diselenggarakan secara bersamaan untuk menyeleksi calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang Vokasi atau Politeknik Negeri di Seluruh wilayah Indonesia.

Seleksi jalur SNBP ini didasarkan pada prestasi siswa selama di SMA/MA/SMK/MAK yang dilihat dari nilai rapor selama 5 (lima) semester yaitu mulai dari kelas X semester 1 sampai dengan kelas XII semester 1.

Siswa yang secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi jalur SNBP.

Inilah salah satu alasan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) Jawa Timur.

"Kerjasama ini dilakukan untuk mengembangkan kualitas SDM melalui jalur pendidikan," ungkap Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Politeknik, Kurniawan Muhamamad Nur, saat Sosialisasi dan Promosi Mahasiswa Baru Poliwangi Jalur SNBP di Hotel Aston, Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/03/2023).

Dijelaskan Kurniawan Muhammad Nur bahwa, pihaknya bakal bekerjasama dengan pemerintahan NTB mengenai program studi Teknologi Hasil Ternak dan memberi kesempatan pada mahasiswa NTB untuk memdapatkan beasiswa.

"Terbentuknya kerjasama ini, tentu harapannya saling menguntungkan di bidang pendidikan. Nanti penerimaan mahasiswa baru yang kami harapkan ada dari adek-adek di NTB yang masuk ke kampus kami di Politeknik Bayuwangi sesuai dengan program yang kami beri tentang program studi Teknologi Hasil Ternak untuk sarjana terapan," paparnya.


Alasan memilih NTB untuk bekerjasama lantaran NTB punya potensi yang besar di bidang peternakan.

Program studi yang diusung untuk mahasiswa NTB menurutnya sangat berkesinambungan dengan program Foot Estate dan seratus ribu hektar besutan pemerintahan NTB.

"Jadi linier ini juga dengan program Food Estate dari Pemprov NTB yang sepuluh ribu hektar tersebut. Beserta dengan adanya peternakkan yang berintegrasi, sehingga nanti sapi, pakan dan pabrik pengeloaan adalah hasil peternak sapi itu," tutupnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut yakni Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqon, perwakilan dari sekolah dan Kampus Negeri maupun swasta di Lombok.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01