Mataram - Reportase7.com
Ratusan perwakilan dari anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Renjani yang tersebar di seluruh NTB beramai - ramai mendatangi Kantor Cabang Bank BRI Mataram di Jalan Langko Mataram untuk meminta pencairan program presiden Jokowi yaitu Pencairan program dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 Yakni bantuan 100 juta per orang yang dimanfaatkan untuk pembelian sapi tanpa jaminan, Selasa 21 Desember 2021 kemaren.
Kedatangannya juga untuk memperjelas pencairan terkait pengajuan Debitur pada program Presiden RI yakni program satu peternak dengan tiga ekor sapi atau seratus juta rupiah tanpa jaminan melalui pelaksanaan program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Bank BRI, ungkap Dr. Sri Sujono yang juga sekertaris G1 Kaltim. (24/12/2021)
Kedatangannya di pimpin langsung oleh DR. Sri Sudarjo, S. Pd., SH, Pimpinan KSU Renjani Mataram yang didampingi Andi Akmal Famsudir S. IP, Ketua Serikat Peternak Nasional Indonesia (SPNI ), kuasa hukum yakni R. A. Yahuniza Ammada, SH, Roza Wildani, SH, dan Konsultan M. Azwar Mahrami , SE., MME, yang diterima oleh Farianzi PGS, Pimpinan Cabang BRI Mataram, I Komang Gede Suamba Darmayasa Manager Operasional, Gede Wirawan, Irfan Syamsuri dan A. A. Gede A. Sutamaja.
Setelah melalui dialok yang panjang dan alot akhirnya Alhamdulillah Program PEN diterima oleh Bank BRI dengan hasil kesepakatan bahwa masing - masing anggota KSU Renjani boleh mengajukan kredit melalui Kantor Cabang Bank BRI terdekat.
DR. Sri Sudarjo S. Pd., SH, mengatakan bahwa apa yang menjadi pengajuan kita hari ini Bank BRI sudah menerimanya. Dan langsung disambut ucapan syukur oleh semua anggota KSU Renjani yang hadir dari pagi menunggu dihalaman Kantor Bank BRI. Akan tetapi pengajuannya melalui Bank BRI di masing masing Cabang di NTB dengan memenuhi persyaratannya, ujarnya.
"Adapun metodenya bisa ditanyakan langsung ke instansi terkait terutama ke Dinas Koperasi dan UMKM di masing masing Kabupaten/Kota karena data kita (KSU Renjani) online," tegasnya
Haji Ahmad, salah seorang anggota KSU Renjani dari Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah yang ditemui media mengatakan ucapan terimakasih kepada Pimpinan KSU Renjani yang telah berusaha memperjuangkan agar program PEN ini terealisasi.
"Program ini program Jokowi bukan Program Gubernur NTB yang dasar hukumnya sangat jelas. Sebanyak 23.195 anggota PSU seNTB dan jangan coba - coba ada orang atau lembaga yang berusaha untuk menghalang halangi atau mengalihkan program ini. Program ini untuk rakyat bukan untuk kepentingan orang, lembaga atau kelompok tertentu untuk pemulihan ekonomi Nasional untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Sementara itu Farianzi PGS, Pimpinan Cabang BRI Mataram yang dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa terkait dengan program PEN kami menunggu petunjuk dan perintah dari Pimpinan Bank BRI Pusat Jakarta.
"Pinjaman itu tidak bisa diwakili oleh kelompok kelompok tertentu harus individu berdasarkan asesmen untuk dapat menyakini kelayakan syarat dan usaha calon debitur karena ini Kredit Program Pemerintah," jelas Farianzi.
Bank BRI tetap berkomitmen untuk melaksanakan apa yang menjadi domain dan kewajiban Bank BRI sesuai amanat Undang-Undang, pungkasnya.
Pewarta : YD
Editor : R7 - 01
0Komentar