Wujudkan Food Estate 1000 Sapi Mulai Di Drop Ke Labangka, Gubernur NTB Ingatkan Dinas Terkait Jangan Hanya Serimonial
Reportase7
Font size:
12px
Sumbawa.Reportase7.com Kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Kecamatan Labangka kabupaten Sumbawa NTB. Sebanyak 200 ekor sapi, dari rencana 1000 ekor, program ‘Labangka Food Estate’ akan disalurkan Pemerintah pada Bulan November ini. Dari 200 ekor sapi akan di bagikan untuk lima Desa di Kecamatan Labangka, Masing-masing desa mendapatkan 40 ekor sapi.
Hal ini terungkap saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah berkunjung ke Labangka dan sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bak Penampung irigasi perpompaan untuk mendukung proyek Labangka Food Estate ini di Labangka III. (18/11/2020)
Dalam kesempatan itu Gubernur NTB Bang Zul sapaan akrabnya mengingatkan kepala Dinas terkait untuk tidak sekedar melaksanakan upacara seremonial, namun harus serius mewujudkan program Labangka Food Estate ini. ‘’Harus ada progres setiap minggu, saya minta laporannya,’’ kata Gubernur Zul di hadapan para petani dan peternak di Labangka III, Rabu kemarin.
Program Food Estate ini merupakan program pemerintah pusat. Di Indonesia hanya ada lima titik. Dan istimewanya, dari lima daerah yang mendapat program itu, NTB mendapat dua titik proyek ini. Tentu ini tidak lepas dari hasil loby-loby yang dibangun oleh gubernur NTB Zulkieflimansyah kepada pemerintah pusat.
Pertama ditempatkan di Pujut Lombok Tengah dan kedua di Labangka, Sumbawa. Gubernur berharap, jika ini sukses, tahun depan ketika Presiden Jokowi datang ke NTB bukan hanya melihat MotoGP, tapi juga melihat sapi-sapi gemuk hasil dari food estate.
‘’Padahal sebenarnya dari teori anggaran, sudah tidak ada karena sudah akhir tahun. Tapi dengan silaturrahmi yang intens, labangka akhirnya dapat juga, ungkap Bang Zul.
Lalu apa itu food estate? Contohnya begini. Labangka ini akan menjadi seperti kabupaten sendiri. Semua kebutuhan ada di sini. Karena nanti semua tanaman pangan akan dibantu di sini. Semua peralatan pertanian akan dibantu. Ternak dikasi di sini. Nanti ternaknya bukan hanya dijual, tetapi akan diolah di labangka secara mandiri. Jadi industry hadir di sini, jangan bayangkan jagung-jagung hasil pertanian akan dijual saja, tapi akan diolah di sini juga. Ternak-ternak juga dipotong di sini dan kemudian tulang dan kulitnya akan diolah di sini. Maka industry hadir di sini untuk sekejahteraan masyarakat, Ini kelihatan sederhana, tapi akan kesulitan jika tidak sungguh-sungguh. Apalagi ada yang korupsi, tegas Gubernur NTB.
Untuk itu, Gubernur mengingatkan kepada jajarannya bahwa pemprov NTB beradu nyali dengan waktu. ‘’Saya tidak mau hanya sekedar upacara. Hanya seremoni. Saya akan tagih kadis terkait. Harus ada progres setiap minggu. Mana airnya, mana salurannya. Kalau kabupaten lambat, kita intervensi. Jadi betul-betul mimpi pemerintah pusat dengan food estate ini menjadi nyata, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Prov NTB Husnul fauzi mengatakan lahan di Labangka III mencapai sekitar 2000 hektare. Menurutnya, di Labangka ini sebenarnya ada sungai. Namun selama ini tidak berhasil ditarik airnya untuk dimanfaatkan. Jadi petani hanya bercocok tanam sekali setahun karena hanya mengandalkan air hujan. Untuk itu, Pemerintah membangun bak penampung irigasi perpompaan. Dengan ini diharapkan kesulitan petani akan air bisa diatasi.
Kita harapkan, kalau petani bisa dua atau tiga kali tanam, mereka ini tidak akan kembali untuk menggunduli hutan. Saat ini pencanangan Food Estate dilakukan di dua titik, Di labangka 1 dan labangka III. Pada 2021, semua desa di Labangka akan dibuatkan tekhnologi yang sama. ‘’Ada irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, ada cekdam, ungkapnya. Menurut Kadis Pertanian Provinsi NTB tekhnologi ini sangat sederhana. Namun jika tidak disentuh oleh pemerintah tidak akan bisa. ‘’Untuk itu kita apresiasi ide Bapak Gubernur untuk menginisiasi proyek ini sangat luar biasa, kata Husnul.
Sementara itu, Kepala Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov NTB Suryadi AK mengungkapkan, adanya progam 1000 sapi ini di akuinya bahwa bantuan pertama diturunkan di Lombok Tengah karena pertama diverifikasi.
‘’Tapi setelah Bapak Gubernur Zul melakukan video conference dengan pihak kementerian tanggal 3 Oktober lalu, Gubernur minta Food Estate juga didukung sektor peternakan. Sehingga 1000 ekor sapi ini turun juga di Labangka. Namun karena sudah di akhir tahun, sementara ini hanya 200 ekor yang akan didrop pada 2020 ini. Insya Allah 800 ekor sisanya akan didrop pada 2021 tahun depan. Dan sementara ini untuk lima Desa, Masing-masing Desa mendapat 40 ekor sapi, ungkap Suryadi.
Dari 40 ekor itu masing-masing 20 ekor sapi penjantan penggemukan, 18 ekor sapi indukan, dan 2 ekor pejantan. Untuk penggemukan akan memanfaatkan limbah-limbah pertanian pada saat panen. Selain itu, Pemprov juga menyiapkan bantuan 7,2 ton konsentrat untuk setiap kelompok sebagai langkah awal memulai penggemukan.
‘’Tanggal 26 November ini sapinya akan didrop. Untuk konsentrat minggu ini. Kemarin saya sudah cek gudang dan kandang-kandang ternaknya sudah kita persiapkan,’’ pungkasnya.
Dalam kegiatan ini hadir juga Staf Ahli Bupati Sumbawa Zainal Abidin mewakili Pjs Bupati Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir.Syirajuddin, Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa, pejabat Pupuk Kaltim, Petro Kimia, Pelindo Indonesia dan sejumlah pihak yang mendukung food estate.
Pewarta: Redaksi
Baca juga:
0Komentar