Tiga Santri PMI Dea Malela Wakili Indonesia di School Diplomacy Club Kazan, Tatarstan
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa - Reportase7.com
Prestasi membanggakan tingkat internasional kembali diraih santri Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) untuk yang kesekian kali, Minggu 05 Juli 2026.
Tiga santri, yaitu Muhammad Habibie Firdaus, Rhadea Gao Palimbang, dan Aisyah Dhiyaul Birra, berhasil terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam kegiatan School Diplomacy Club yang diselenggarakan di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia.
Kegiatan School Diplomacy Clubs International Youth Camp 2026 berlangsung pada 17–24 Juni 2026 di negara tersebut.
Program ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari 20 negara dan berfokus pada pengembangan diplomasi, kepemimpinan, serta pertukaran budaya internasional.
Program internasional tersebut diikuti oleh peserta dari 20 negara dan bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai diplomasi, kerja sama lintas budaya, serta kepemimpinan global.
Selama kegiatan berlangsung, para delegasi mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari sesi lecture bersama para akademisi dan praktisi, pelaksanaan proyek kolaboratif internasional, hingga diskusi mengenai isu-isu diplomasi kontemporer.
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah Global Village, sebuah acara kebudayaan di mana seluruh partisipan memperkenalkan identitas dan keunikan negara masing-masing.
Menampilkan lagu Sumbawa "Mata Balong"
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Indonesia menampilkan kekayaan budaya Nusantara. Di antaranya, lagu tradisional Sumbawa "Mata Balong" dan seni bela diri Indonesia Silat kepada peserta dari berbagai belahan dunia.
Selain agenda akademik dan diplomasi, para peserta juga berkesempatan menjelajahi keindahan Kazan, kota yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dan pendidikan di Rusia.
Mereka turut menghadiri Sabantuy, festival budaya masyarakat Tatar yang menampilkan beragam pertunjukan seni, permainan tradisional, dan perayaan hasil panen.
Keikutsertaan Muhammad Habibie Firdaus, Rhadea Gao Palimbang, dan Aisyah Dhiyaul Birra dalam program ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional.
Pengasuh PMI Dea Malela, Din Syamsuddin mengatakan prestasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan wawasan global tanpa melupakan identitas dan nilai-nilai budaya bangsa.
"Dengan semangat diplomasi dan persahabatan antarbangsa, ketiga santri PMI Dea Malela telah menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga mampu melahirkan duta-duta muda yang siap membangun jembatan dialog dan kerja sama bagi masa depan dunia yang lebih harmonis," ujar Din Syamsuddin.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:


0Komentar