![]() |
| (Foto: Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi NTB sekaligus Sekretaris Umum (Sekum) Gapensi NTB, Eddy Sophiaan, ST.) |
Mataram – Reportase7.com
Belum usai persoalan proyek long segment jalan Lunyuk – Lenangguar senilai Rp19 miliar yang dikerjakan PT. AJP karena tak kunjung rampung, kini sorotan publik kembali tertuju pada infrastruktur di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Proyek pembangunan Jembatan Gantung Brang Beh yang menghubungkan Desa Lunyuk Ode dengan Dusun Sukajaya kini dipertanyakan karena progres fisiknya masih menjadi misteri.
Proyek yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2026 ini bernilai Rp8.275.770.000,00. Berdasarkan nomor kontrak HK0201/Bpjn10.7.2/2026/97.8 tertanggal 6 April 2026, proyek ini dimenangkan oleh CV Karya Sejahtera selaku kontraktor pelaksana, dengan konsultan supervisi gabungan dari PT. Laras Sembada KSO, PT. Mega Tanjung Konsultan KSO, dan PT. Terasis Erojaya.
Namun, hingga memasuki bulan Juli 2026, kondisi di lapangan menunjukkan nol progres. Jangankan alat berat atau struktur jembatan, material dasar dan direksi kit pun sama sekali belum terlihat di lokasi pembangunan.
Kondisi ini memantik reaksi keras dari Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi NTB sekaligus Sekretaris Umum (Sekum) Gapensi NTB, Eddy Sophiaan, ST. Ia mempertanyakan komitmen pihak kontraktor dan pengawasan dari dinas terkait atas molornya proyek yang sudah jelas pemenang tendernya ini.
"Saya heran dengan pihak kontraktor pelaksana proyek, kok sampai hari ini belum dimulai pekerjaan. Padahal kontraknya sejak bulan April lalu, ada apa ini?" ujar Eddy dengan nada heran saat ditemui media Reportase7 di Mataram, Minggu 05 Juli 2026.
Menurut Eddy, sejak papan informasi tender dipasang di lokasi, tidak ada aktivitas pekerja sama sekali di lapangan.
"Kami lihat sampai hari ini, baik direksi kit maupun material tidak ada sama sekali di lokasi proyek. Apakah ini proyek akal-akalan? Jangankan besi atau alat berat, pasir sebiji pun tidak ada di lokasi. Ini proyek aneh," tegasnya.
Eddy menegaskan bahwa dengan masa kontrak yang sudah berjalan sejak April 2026, mestinya progres fisik sudah terlihat signifikan. Ia meminta kontraktor pelaksana segera memberikan penjelasan terbuka kepada pemerintah daerah dan masyarakat Lunyuk sebagai penerima manfaat.
Tidak main-main, Ketua MPW PP NTB ini juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas mandeknya proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
"Kami minta kepada Kejati NTB untuk segera turun dan panggil pihak kontraktor pelaksana untuk dimintai keterangannya," pungkas Eddy.
Mandeknya proyek ini menjadi pukulan berat bagi warga Dusun Sukajaya. Selama ini, masyarakat setempat hidup dalam kondisi terisolir dan minim perhatian infrastruktur dari pemerintah. Kehadiran Jembatan Gantung Brang Beh sangat dinantikan sebagai urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat, namun harapan tersebut kini harus tertunda tanpa kejelasan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01


0Komentar