Tiga Bulan Pasca-Tender, Proyek Jembatan Gantung Brang Beh Senilai Rp 8,2 Miliar Masih Misteri dan Tanpa Aktivitas

Sumbawa - Reportase7.com

Proyek pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di Brang Beh, yang diproyeksikan menghubungkan Desa Lunyuk Ode dengan Dusun Sukajaya, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, hingga saat ini masih menjadi misteri. Alih-alih menunjukkan progres fisik, proyek bernilai miliaran rupiah ini justru disinyalir sebagai "proyek siluman" karena sama sekali belum menyentuh tahap pengerjaan.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang, proyek strategis ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan Nilai Kontrak fantastis sebesar Rp 8.275.770.000,00. Pekerjaan ini dimenangkan oleh kontraktor CV Karya Sejahtera, dengan jajaran Konsultan Supervisi PT. Laras Sembada KSO, PT. Mega Tanjung Konsultan KSO, dan PT. Terasis Erojaya, di bawah nomor Kontrak: HK0201/Bpjn10.7.2/2026/97.8 tertanggal 06 April 2026.

Namun, pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi yang kontras. Sejak ditandatangani tiga bulan lalu, lokasi proyek masih sepi senyap. Tidak ada tanda-tanda aktivitas pekerja, alat berat, maupun material konstruksi seperti besi atau semen yang tiba di lokasi.

Kepala Desa Lunyuk Rea, Rendra Saputra, menyatakan keheranannya atas mandeknya proyek ini. Saat dikonfirmasi oleh media Reportase7, ia mengaku pihak pemerintah desa dan kecamatan telah mencoba menelusuri kejelasan proyek tersebut namun belum membuahkan hasil.

"Saya bersama Kepala Desa Lunyuk Ode dan Camat telah berkoordinasi terkait proyek ini, namun kami belum tahu apa alasannya sehingga pekerjaan ini belum dimulai," ujar Rendra Saputra, Sabtu 04 Juli 2026.

Meski demikian, Rendra menduga pihak kontraktor kemungkinan masih mengkaji kondisi alam di seputar lokasi. Ada dugaan pihak kontraktor masih melihat kondisi sungai yang sering kali terjadi banjir, sehingga menunda pekerjaan sampai kondisi di lokasi benar-benar aman untuk bekerja. 

"Kami tidak ingin jembatan ini asal jadi. Jembatan ini harus benar-benar kuat secara konstruksi dan bermanfaat untuk masyarakat jangka panjang," tambahnya.

Kondisi ketidakpastian ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga Dusun Sukajaya. Kepala Dusun Sukajaya, Ari Ardiansya, menyoroti molornya proyek pembangunan jbatan gantung tersebut. Menurutnya, secara logika proyek pada umumnya, material dan alat berat seharusnya sudah mulai menumpuk di lokasi tak lama setelah papan tender dipasang.

Ari menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi kehidupan bagi warga setempat yang sudah puluhan tahun hidup dalam keterisolasian.

"Kami sebagai warga Dusun Sukajaya yang selama ini sudah terisolasi lebih dari puluhan tahun, meminta kepada pihak atau instansi terkait akan kejelasan dari proyek tersebut. Kami berharap sekali jembatan ini segera dibangun, karena ini menjadi harapan terakhir dan satu-satunya bagi kampung kami," tegas Ari dengan nada getir.

Bukan saja proyek jembatan yang menyisakan pilu bagi masyarakat Lunyuk, proyek jalan long segmen Lunyuk - Lenangguar sampai hari ini belum rampung dan tidak jelas penyelesaiannya. 

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01