Lombok Barat – Reportase7.com
Ketegangan menyelimuti Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, hingga Sabtu siang (03/01/2026). Ratusan penumpang dan sopir logistik KM Mutiara Ferindo II memilih bertahan di dalam kapal dan menolak mengeluarkan kendaraan mereka meskipun kapal telah sandar di dermaga sejak dini hari.
Aksi mogok ini dipicu oleh kekecewaan pengguna jasa terhadap manajemen PT ALP yang dinilai mengingkari janji kompensasi. Sebelumnya, KM Mutiara Ferindo II dipaksa kembali ke area labuh laut untuk memprioritaskan kapal pesiar Ovation of the Seas yang berlabuh sejak Jumat pagi hingga pukul 23.00 WITA.
Safwan, salah satu sopir truk asal Jawa Tengah yang membawa paket logistik ke Lombok, menegaskan bahwa para pengguna jasa memegang bukti kuat berupa surat pernyataan yang ditandatangani oleh Manager Cabang PT ALP Cabang Gili Mas, Rahmad As’ad.
"Kami memegang surat pernyataan resmi. Isinya, pihak PT ALP siap memberikan kompensasi sebesar 50 persen dari harga tiket dengan estimasi waktu hingga Sabtu dini hari pukul 00.00 WITA. Namun, begitu kapal sandar pukul 00.10 WITA, janji tertulis itu tidak ditepati," ujar Safwan dengan nada geram.
Menurut para sopir, pihak pengelola justru secara sepihak mengubah skema kompensasi dengan hanya menyediakan total dana Rp 50 juta untuk dibagi ke seluruh penumpang dan kendaraan, mulai dari truk, fuso, hingga penumpang umum. Nilai ini ditolak mentah-mentah karena dianggap sangat jauh dari kesepakatan 50 persen harga tiket yang tertuang dalam surat pernyataan tersebut.
Dampak aksi mogok ini mulai melumpuhkan operasional pelabuhan secara sistemik. Lantaran KM Mutiara Ferindo II masih memenuhi dermaga, sejumlah kapal motor lain yang dijadwalkan bersandar terpaksa tertahan di tengah laut. Kondisi ini merembet ke jalur darat, di mana antrean kendaraan yang akan berlayar dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer di luar area Pelabuhan Gili Mas.
Hingga Sabtu siang, ratusan sopir truk dan fuso menegaskan tetap pada pendiriannya untuk tidak mengosongkan kapal sebelum kompensasi dibayarkan sesuai dengan kesepakatan hitam di atas putih. Belum ada keterangan resmi terbaru dari Manager Cabang PT ALP Cabang Gili Mas, Rahmad As’ad, terkait alasan perubahan nilai kompensasi yang memicu lumpuhnya aktivitas pelabuhan tersebut.
Pewarta: Abi
Editor: R7 - 01


0Komentar