Cuaca Ekstrem Terjang Sumbawa Barat, BPBD dan Dinas Perkim Lakukan Asesmen Serta Salurkan Logistik di Tiga Kecamatan
(Foto: Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumbawa Barat Abdullah, S. Pd,)

 Sumbawa Barat – Reportase7.com

Sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan terdampak bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang (puting beliung). Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan.

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumbawa Barat Abdullah, S. Pd, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga Kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Brang Ene, Kecamatan Taliwang, dan Kecamatan Maluk.

​Hingga saat ini, BPBD bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) sedang melakukan asesmen tahap rekonstruksi. 

Adapun rincian dampak kerusakan yang terpantau yakni, ​Kecamatan Brang Ene sebanyak 5 unit rumah, ​Kecamatan Taliwang, Dusun Bangsal 3 unit rumah, ​Dusun Banjar 1 unit rumah mengalami rusak berat.

Sementara di ​Kertasari terdata 1 unit rumah terdampak, ​Balat 4 unit lapak pedagang mengalami kerusakan.

Untuk ​Kecamatan Maluk, di Dusun ​Otak Kris dan Dusun Mantun 2 unit rumah terdampak. Sedangkan di ​Desa Benete, terpantau sejumlah rumah warga terendam genangan air.

​Kalak BPBD KSB menyampaikan bahwa, tim gabungan saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan tahap rekonstruksi dan pembersihan puing-puing. Selain asesmen fisik, prioritas utama saat ini adalah penyaluran bantuan logistik.

​"Kami sedang melakukan tahap rekon di lapangan dan memastikan bantuan logistik yang dibutuhkan warga segera tersalurkan untuk meringankan beban para korban," ujar Kalak BPBD saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 21 Januari 2026.

​Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui BPBD mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. 

Masyarakat diharapkan dapat melakukan mitigasi mandiri, seperti
​memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah. ​Memperkuat struktur atap rumah dan memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG atau BPBD.

​"Kami berharap masyarakat dapat melakukan mitigasi mandiri dalam menghadapi situasi sulit atau potensi bencana guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun harta benda," tutupnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01