(Foto: Para siswa siswi bersama Guru Tamu yang mengisi pelajaran di SMK Negeri 1 Narmada)


Lombok Barat - Reportase7.com

Pembelajaran yang berpihak pada siswa, dirancang tak hanya melalui penerapan model-model pembelajaran yang bervariasi oleh Guru. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menghadirkan Guru Tamu ke sekolah.

Guru tamu merupakan program pembelajaran dimana siswa akan diajar oleh instruktur yang berasal dari luar instansi sekolah misalnya dari dunia kerja yang relevan dengan kompetensi keahlian yang ada.

Inilah yang dilakukan oleh Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 1 Narmada, bertempat diruang Praktikum Siswa Senin, (28/08/2023).

Kegiatan pembelajaran ini diikuti oleh siswa dan siswi program keahlian APHP dengan riang dan gembira.

Bertindak sebagai Guru Tamu adalah Baiq Rokh Hilmi, SE, yang merupakan pimpinan dari UD ARES (mitra DUDI sekolah ini). Sesuai dengan kompetensinya, maka Guru Tamu tersebut membimbing siswa APHP dalam praktik pembuatan dodol mangga.

Siti Hardiyanti sebagai Kepala Program APHP (Kaprodi) APHP menyatakan bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi bekal berharga bagi siswa.

"Terkait Guru Tamu tersebut juga sebagai penunjang KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dan untuk menambah pengetahuan siswa tentang wirausaha yang dikaitkan dengan kompetensi dasar (KD) yang sedang berjalan," tutur Dian.

Praktik yang dilakukan adalah membuat manisan buah (dodol) karena saat ini KD nya tentang olahan buah.

Dijelaskan Dian, tujuan utama dari pelaksanaan praktikum guru tamu ini membentuk jiwa wirausahawan pada siswa, selain itu juga untuk membuat percaya diri siswa dalam bidang olahan serta merangsang lahirnya inovasi dari melimpahnya bahan baku di sekitar mereka agar menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Harapannya, dengan pengalaman seperti ini, siswa APHP akan memiliki kreativitas saat mereka lulus dan terjun ke dunia kerja di masyarakat, mereka akan menjadi orang-orang dengan daya kreativitas tinggi dan mampu berwirausaha. Hal ini sejalan dengan peran SMK sebagai sekolah pencetak wirausaha.

Sementara Kepala SMK Negeri 1 Narmada Usman, S. Pd., M. Pd, saat ditemui diruang kerjanya menambahkan akan selalu mendukung segala yang mencangkup proses pembelajaran bidang pengolahan produksi untuk guru tamu.

"Tentunya dalam hal ini kami akan selalu mendukung pelaksanaan praktikum guru tamu. Supaya kemauan siswa itu lebih bagus, maka sekolah akan tetap menunjang," ujar Usman.

Guru tamu ini juga sebagai penunjang siswa, misalkan dalam hal ini benar-benar sebagai pelaku contohnya yang membuat roti, itu berasal dari guru tamu yang memang membuat roti.

"Nantinya sekolah juga akan terfokus pada satu keunggulan, seperti membuat roti durian. Hal ini karena lokasi sekolah berada pada daerah yang penuh dengan musim buah-buahan, maka kita ambil pusa keunggulan sekolah yaitu membuat roti durian, saat ini juga belum ada di sekolah lain untuk roti jenis ini," tandasnya.

Ia berharap agar produk roti ini akan menjadi icon dari SMK Negeri 1 Narmada dan nanti bisa menjadi roti kekinian yang diminati warga di sekitarnya.

Munawir selaku wakasek kesiswaan berharap agar Dinas Dikbud juga membantu sekolah dalam hal lahan pertanian.

"Kami dari sekolah perlu memberikan core TKJ dan pertanian. Kalau yang TKJ sudah diberikan bantuan dengan dibangunnya Ruang Praktik Siswa (RPS), kemudian untuk pertanian, lahannya yang belum ada (RPS) ini yang menjadi kendala bagi kami, misalkan ketika jurusan pertanian akan menanam holtikultura atau yang lain tapi lahannya belum ada, jadi dalam hal ini mohon dibantu untuk lahannya," harap Munawir.

Semoga SMKN 1 Narmada semakin maju dan bisa hebat, karena SMK BISA, SMK HEBAT.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01