(Foto: Kepala SMKN 3 Mataram bersama KCD Dikbud Lobar Muhajidin, S. Pd., MM, perwakilan Senior Manager (SM) Perencanaan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Didi dan para siswa yang mengikuti pelatihan konversi Sepeda Motor Listrik)


Mataram - Reportase7.com

PLN UIP Nusra melalui program PLN Peduli menggelar pelatihan konversi sepeda motor listrik kelompok muda berkolaborasi dengan badan layanan umum daerah (BLUD) SMKN 3 Mataram, Senin, (11/7/2023).

PLN juga akan terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik, salah satunya melalui bantuan pelatihan dan sarana konversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di SMKN 3 Mataram.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN UIP Nusra karena telah berkolaborasi dengan SMKN 3 Mataram dalam pelatihan konversi sepeda motor.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada PLN UIP Nusra karena telah bersedia berkolaborasi dengan SMKN 3 Mataram untuk pelatihan konversi sepeda motor bahan bakar menjadi listrik. PLN ini juga merupakan suatu lorong besar untuk konversi motor listrik yang memiliki program peduli pendidikan," ungkap Sulman.


Dijelaskan Sulman, untuk pelatihan di SMKN 3 Mataram ini menjadi yang kedua, sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan menjahit dalam rangka memfasilitasi jahit jok sepeda motor saat dikonversi.

KCD Dikbud Lobar Muhajidin, S. Pd., MM, juga menambahkan pelatihan konversi sepeda motor listrik ini akan membantu siswa juga kedepannya. Ia optimis jika siswa-siswa SMK akan dapat menciptakan 1 usaha 1 siswa.

"Dalam mencapai sebuah tujuan juga harus memiliki skill. Ada perbedaan diantara pemimpin dengan Manager, pemimpin itu bisa mengayomi dan membantu kita, tapi manager mencari cara agar apa yang dijual itu menjadi laku," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan Senior Manager (SM) Perencanaan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Didi mengatakan pelatihan ini adalah kolaborasi sinergi PLN dengang masyarakat.

"Pelatihan ini merupakan kolaborasi sinergi PLN dengan masyarakat atau lingkungan yang membutuhkan," ujar Didi.

Jadi, sesuai harapan dari Presiden dan Kementerian BUMN, bahwa kita, PLN, di masa sekarang ini diminta mendukung kendaraan motor listrik atau kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB).

"Melalui pelatihan ini kita memperkenalkan ekosistem kendaraan listrik yang diharapkan nanti bisa menjadi alat transportasi dan gaya hidup baru," terang Didi.


Saat ini sudah banyak kendaraan-kendaraan listrik yang nantinya juga akan mendukung seluruh indonesia bahwa kita mempunyai kendaraan yang ramah lingkungan. Dan juga nanti untuk mendukung ekosistem tourism agar lebih modern sehingga memudahkan dari segi transportasi.

Lanjut Didi, Pulau Lombok ini sudah dibangun infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Jadi, telah disiapkan pelatihan dan untuk produksi alatnya.

Kendaraan-kendaraan konversi itu juga sudah disiapkan SPKLU nya (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) di beberapa titik. Selain itu, juga aktif mengkampanyekan kendaraan listrik ke seluruh masyarakat dengan cara mengedukasi masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini melibatkan siswa-siswa SMK. Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari sekolah SMKN 1 Labuapi, SMKN Jonggat, Gunung Sari, dan Selong.

"Kami juga menggandeng bengkel konversi listrik yang berlisensi, Braja Elektrik Motor, sebagai pemateri pelatihan. Sehingga kami harapkan program ini nantinya memberikan keterampilan dan wawasan terkait konversi listrik, kemudian transisi energi kepada masyarakat," tutup Didi.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01