(Foto: Pendeta Yance Tonapa, M. Th, Pimpinan Jemaat sekaligus Ketua PGI Wilayah NTB)


Mataram - Reportase7.com

Sejumlah Jemaat Gereja Immanuel WR Supratman, Kota Mataram, membagikan takjil untuk kaum muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan. Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah, bertempat di Depan Gereja Immanuel WR Supratman Mataram, Jumaat (30/3/2023).

Kegiatan ini dilakukan untuk membangun jejaring sosial yang ekologis dan juga berbudaya digital.

Tentang jejaring sosial yakni salah satunya, yang menjadi tema pada tahun ini dengan mengambil program tentang germas gereja dan masyarakat.

Melalui tema tahunan ini dan juga bidang prioritas gereja dan masyarakat, maka Jemaat Gereja WR Supartman berbagi momentum kepada saudara-saudara beragama muslim yang sedang berpuasa.

"Kami membagikan takjil dan nasi bungkus kepada masyarakat, terutama untuk umat muslim yang saat ini sedang berpuasa," ungkap Pendeta Yance Tonapa, M. Th Pimpinan Jemaat sekaligus Ketua PGI Wilayah NTB.

Ia juga menambahkan semua umat Kristen khususnya gereja bagian barat di WR ini ingin mengulangi kegiatan tahun lalu dan momen-momen seperti ini, yang akan terus dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ingin membangun yang namanya modernisasi agama.


Pendeta Yance berharap dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini Umat kristiani khususnya di Gereja Immanuel WR Supratman ini, bahwa gereja-gereja yang ada di wilayah Mataram ini juga ikut berpartisipasi untuk mengambil bagian dalam kegiatan ini. Tentunya hal ini dilakukan agar memperlihatkan kepada Jemaat yang ada di berbagai tempat.

"Hal ini juga untuk menjaga keharmonisan antar sesama karena ini adalah wajah Indonesia, wajah NKRI, dan wajah Pancasila," pungkasnya.

Ketua 2 PHMJ sekaligus ketua bidang Germasa Aryo Martimbang menjelaskan ada 20 orang di dalam tim ini dan berjumlah 200 paket yang akan dibagikan yakni 100 nasi bungkus dan 100 takjil.

Aryo juga mengungkapkan bahwa, targetnya itu masyarakat yang lewat lalu lintas di depan gereja, jika ada tukang sapu itu yang akan menjadi skala prioritas.

"Persiapan ini telah dilakukan selama satu minggu. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk wujud toleransi beragama antar umat," pungkasnya.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01