Piagam Atlet Porprov XII NTB Belum Diserahkan, Ketua Muaythai NTB Desak KONI, Mori Hanafi Harus Menjawab
Mataram — Reportase7.com
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII yang berlangsung pada 16–26 Juli 2026 telah berakhir. Namun, persoalan terkait administrasi penghargaan bagi para atlet peraih medali masih menjadi sorotan di kalangan cabang olahraga (cabor) se-Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat.
Salah satu yang menyoroti persoalan tersebut adalah Ketua Muaythai NTB, Eddy Sophiaan. Ia mempertanyakan belum diterimanya piagam atau sertifikat oleh atlet-atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Porprov XII NTB, baik medali emas, perak maupun perunggu.
Menurut Eddy, piagam bukan sekadar pelengkap medali, melainkan dokumen penting yang dapat menjadi bagian dari rekam prestasi seorang atlet untuk menunjang masa depan, termasuk dalam kebutuhan pendidikan maupun pekerjaan.
“Sampai saat ini piagam untuk atlet belum diterima atlet yang mendapatkan medali. Baik emas, perak maupun perunggu,” ujar Eddy, Rabu 07 Oktober 2026.
Ia menilai penyerahan piagam semestinya dilakukan bersamaan dengan penyerahan medali ketika pelaksanaan Porprov selesai. Sebab, sertifikat tersebut menjadi bukti tertulis atas prestasi yang telah diraih atlet dalam membawa nama daerah.
“Seharusnya piagam diserahkan bersamaan dengan medali. Karena piagam sangat berarti bagi masa depan atlet,” tegasnya.
Eddy juga mempertanyakan alasan hingga kini dokumen penghargaan tersebut belum selesai dan belum diserahkan kepada para atlet.
Ia meminta KONI NTB memberikan penjelasan secara terbuka mengenai persoalan tersebut sekaligus segera menuntaskan penyerahan piagam kepada seluruh atlet peraih medali.
Menurutnya, para atlet telah menjalankan tanggung jawabnya dengan memberikan kemampuan terbaik dalam pertandingan. Karena itu, hak administratif berupa bukti prestasi juga semestinya menjadi perhatian penyelenggara.
“Saya meminta pihak KONI NTB segera memberikan sertifikat kepada atlet. Mori Hanafi juga jangan lepas tanggung jawab. Apa persoalannya sehingga sertifikat tidak selesai dan tidak diserahkan sampai saat ini?” kata Eddy.
Eddy menegaskan, keterlambatan penyerahan piagam berpotensi merugikan atlet apabila dokumen tersebut dibutuhkan sebagai bukti prestasi untuk kepentingan pendidikan maupun peluang pekerjaan.
Ia pun mendesak KONI NTB bertanggung jawab dan memastikan seluruh atlet yang telah memperoleh medali mendapatkan piagam sebagai bukti resmi atas prestasi mereka.
“Jangan biarkan atlet terabaikan tanpa identitas prestasi yang jelas. Mereka sudah berjuang menguras tenaga demi integritas dan nama daerah yang mereka wakili.”
Eddy berharap persoalan tersebut segera diselesaikan sehingga para atlet tidak lagi mempertanyakan hak mereka setelah sukses mengharumkan nama daerah pada Porprov XII NTB.
“Mori Hanafi dan KONI NTB harus menjawab ini semua,” pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0 Komentar