Menyeberang Laut demi Cita-cita: Kisah Inspiratif Siswi SMKN 1 Selong Diangkat Jadi Film Pendek Kemendikbudristek
Lombok Timur - Reportase7.com
Kisah perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh Aida Safitri, seorang siswi SMKN 1 Selong SMKN 1 Selong asal Pulau Maringkik, Kabupaten Lombok Timur. Perjuangan gigih Aida dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan geografis dan ekonomi kini menarik perhatian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk diangkat ke dalam sebuah film pendek inspiratif.
Kepala SMKN 1 Selong, H. Abdul Wahid, menjelaskan bahwa pengangkatan kisah Aida ke dalam layar kaca berawal dari program pembuatan video dokumenter dan sinema pendek untuk menyoroti keberhasilan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan.
"Kementerian saat ini sedang menyeleksi dan memproduksi cerita-cerita inspiratif dampak bantuan program revitalisasi SMK. Dari sekian banyak kisah, perjuangan Aida Safitri dari Pulau Maringkik dipastikan menjadi salah satu cerita utama yang diangkat secara khusus oleh tim produksi Kementerian," ujar H. Abdul Wahid saat ditemui di sekolah, Rabu (14/10/2026).
Menerjang Gelombang demi Pendidikan
Pulau Maringkik dikenal sebagai pulau kecil di kawasan selatan Lombok Timur dengan keterbatasan akses fasilitas publik, mulai dari keterbatasan air bersih hingga mata pencaharian mayoritas warga sebagai nelayan. Namun, kondisi geografis tersebut tidak menyurutkan langkah Aida untuk menganyam pendidikan kejuruan.
Setiap hari, Aida harus menyeberangi lautan menggunakan perahu kayu menuju daratan Pulau Lombok, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju SMKN 1 Selong.
"Jarak yang ditempuh cukup jauh dan harus menyeberang laut. Keseharian keluarganya pun sederhana. Namun, semangat belajar anak ini sangat tinggi. Di sekolah, Aida tidak hanya berprestasi meraih peringkat pertama di kelasnya, tetapi juga sangat aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS dan Paskibraka," tutur Abdul Wahid.
Ia menambahkan, keberhasilan keluarga tersebut dalam menempuh pendidikan bukan kali pertama. Kakak kandung Aida, yang juga merupakan alumni SMKN 1 Selong, saat ini telah berhasil menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan bertugas di Polres Keroom.
Pengambilan Gambar dan Gambaran Sinema
Proses pengambilan gambar (shooting) dilakukan secara langsung di dua lokasi utama, yakni Pulau Maringkik dan lingkungan SMKN 1 Selong. Film pendek ini mengulas secara emosional bagaimana reaksi haru sang ibu saat Aida diterima di sekolah impiannya, perjuangan mengarungi laut di pagi hari, hingga aktivitas pembelajarannya di sekolah.
Visualisasi film juga menyoroti interaksi pembelajaran Aida di Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), di mana ia memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer modern hasil bantuan revitalisasi sekolah.
"Tim produksi merekam langsung bagaimana anak-anak mempraktikkan keahlian arsitektur dan desain bangunan menggunakan komputer modern hasil program penataan ruang praktik. Selain itu, kegiatan ekstra kuriluler dan atmosfer sekolah juga terekam dengan sangat apik," jelasnya.
Siap Ditayangkan pada Momen Nasional
Film pendek ini diproyeksikan menjadi contoh dan sumber motivasi nasional bagi seluruh peserta didik di Indonesia bahwa keterbatasan fasilitas maupun letak geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Menurut H. Abdul Wahid, karya film dokumenter pendek tersebut nantinya akan ditayangkan secara resmi oleh Kemendikbudristek pada momen-momen strategis nasional, seperti Rapat Koordinasi Nasional, Hari Pendidikan Nasional, maupun agenda berkumpulnya kepala sekolah se-Indonesia.
"Sebelum diluncurkan secara resmi oleh Kementerian, tayangan ini masih dijaga kerahasiaannya. Setelah diputar pada acara puncak Kementerian nanti, barulah video ini akan dibagikan secara luas sebagai inspirasi bagi masyarakat umum dan insan pendidikan di seluruh tanah air," pungkasnya.
Pewarta: Yola
Editor: R7 - 01

0 Komentar