Mataram – Reportase7.com
Terpilihnya Mohan Roliskana sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, mempercepat pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, serta mendorong pemerataan fasilitas olahraga hingga Pulau Sumbawa.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) NTB, Irwan Julkarnain, saat diwawancarai Reportase 7 di Mataram, Sabtu (17/10/2026). Ia menilai, pengalaman Mohan dalam memimpin KONI Kota Mataram menjadi salah satu modal untuk mengembangkan organisasi olahraga di tingkat provinsi.
“Pertama, saya merasa terpilihnya Mohan Roliskana sebagai Ketua KONI NTB periode 2026–2030 merupakan sinyal positif bagi KONI NTB. Mengingat, beliau sebelumnya merupakan tokoh di Mataram dan pernah memimpin KONI Mataram,” ujar Irwan.
Menurutnya, kepemimpinan KONI NTB ke depan memiliki tantangan besar, terutama dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON 2028 yang akan digelar di NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Irwan berharap, penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan atlet daerah.
“Untuk pelaksanaan PON ke depan, kami berharap ada efek domino. Bukan hanya pada persoalan ekonomi, tetapi bagaimana pembangunan venue juga benar-benar dimaksimalkan di Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Ia menyoroti perlunya percepatan pembangunan fasilitas pendukung PON. Menurut Irwan, kesiapan infrastruktur perlu menjadi perhatian agar NTB tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga memperoleh manfaat pembangunan dari penyelenggaraan ajang tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan venue olahraga. Menurutnya, fasilitas pendukung tidak semestinya hanya terpusat di Pulau Lombok, tetapi perlu menjangkau Pulau Sumbawa.
“Jangan sampai kita menjadi tuan rumah PON, tetapi pembangunan venue yang diharapkan justru tidak maksimal. Harapan kami, pembangunannya bukan hanya berada di wilayah Lombok, melainkan juga di Pulau Sumbawa,” tegasnya.
KONI NTB Diharapkan Jadi Fasilitator Cabang Olahraga
Selain pembangunan infrastruktur, Irwan berharap kepemimpinan Mohan Roliskana dapat membawa KONI NTB bekerja secara profesional dan memperkuat koordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor).
Menurutnya, upaya pembinaan yang telah dilakukan masing-masing cabor perlu dikonsolidasikan agar potensi atlet NTB dapat berkembang secara optimal.
“Kami berharap KONI NTB di bawah pimpinan Mohan dijalankan secara profesional. Yang paling penting, KONI NTB semakin maju dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Ia menilai, KONI memiliki peran strategis sebagai fasilitator bagi cabor untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet. Karena itu, sinergi antara KONI dan masing-masing cabor perlu diperkuat menjelang PON 2028.
“Kami menyambut baik kepemimpinan beliau. Tentu kami berharap ada dampak yang luar biasa, khususnya bagi perkembangan olahraga ke depan,” tambahnya.
KAMMI Dompu Minta Fasilitas Olahraga Diperhatikan
Sementara itu, Ketua KAMMI Dompu, Yusifar Fathana Saputra, berharap penyelenggaraan PON 2028 dapat menjadi kesempatan bagi atlet dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh dukungan fasilitas yang memadai.
Ia menilai, potensi atlet tidak hanya tumbuh di perkotaan, tetapi juga berasal dari desa dan wilayah pelosok. Karena itu, pembinaan dan penyediaan sarana olahraga perlu menjangkau atlet di daerah.
“Harapan saya, melalui event besar seperti PON ini, daerah juga bisa merasakan dampaknya. Atlet-atlet yang lahir dari berbagai pelosok, baik dari cabang panahan, lari maupun cabang olahraga lainnya, harus mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan potensinya sebagai atlet profesional,” kata Yusifar.
Menurutnya, pembangunan venue olahraga juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah apabila fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah penyelenggaraan PON selesai.
Ia berharap venue yang dibangun di masing-masing wilayah mampu meningkatkan daya tarik daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Harapannya, ketika PON nasional ini dilaksanakan, venue yang terbangun di tiap daerah bisa memberikan dampak positif. Daerah tersebut memiliki nilai jual dan perputaran ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.
Dompu dan Pulau Sumbawa Butuh Fasilitas Memadai
Yusifar menyebut, sejumlah cabang olahraga di Dompu, seperti pencak silat, sepak bola, dan bulu tangkis, menunjukkan perkembangan yang perlu terus didukung melalui pembinaan serta penyediaan fasilitas yang memadai.
Ia berharap momentum PON 2028 dapat meningkatkan semangat atlet daerah untuk berlatih dan mengembangkan prestasi.
Menurutnya, pemerataan sarana olahraga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan KONI NTB di bawah kepemimpinan Mohan Roliskana, terutama bagi daerah yang membutuhkan fasilitas penunjang pembinaan atlet.
“Kita tidak boleh menutup mata bahwa daerah juga sangat membutuhkan fasilitas untuk menunjang pembinaan olahraga. Harapan kami, fasilitas di Dompu khususnya dan Pulau Sumbawa pada umumnya dapat diperhatikan dan difasilitasi dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap, pembangunan olahraga di NTB ke depan tidak hanya berorientasi pada kesuksesan penyelenggaraan PON, tetapi juga memastikan atlet dari seluruh kabupaten dan kota memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang.
Dengan demikian, momentum PON 2028 diharapkan mampu meninggalkan warisan berupa infrastruktur olahraga yang bermanfaat, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah NTB.
Pewarta: Hadi
Editor: R7 - 02

0 Komentar