Mataram — Reportase7.com
Nama Budi Satria mencuat setelah berhasil mengantarkan dan membina Hapkido Kota Mataram meraih enam medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Mataram, tetapi juga membawa nama Dasan Agung, lingkungan tempat Budi lahir dan tumbuh.
Budi merupakan putra asli Dasan Agung, salah satu kawasan di Kota Mataram yang dikenal dengan kehidupan masyarakatnya yang beragam. Dari lingkungan tersebut, Budi tumbuh dalam keluarga sederhana dan melewati perjalanan pendidikan serta kehidupan dengan berbagai keterbatasan.
Kondisi ekonomi keluarga tidak membuat Budi berhenti mengejar pendidikan dan mengembangkan potensi. Sebaliknya, keterbatasan justru menjadi dorongan untuk terus berusaha membangun masa depan.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya meraih gelar Master Inovasi sekaligus menjadi lulusan terbaik Universitas Teknologi Sumbawa pada 2023. Saat itu, Universitas Teknologi Sumbawa dipimpin oleh mantan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah.
Dari Dasan Agung hingga Dunia Pendidikan
Budi lahir dan besar di Dasan Agung. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 3 Dasan Agung, SLTP Negeri 1 Mataram, SMK Negeri 3 Mataram, kemudian melanjutkan pendidikan di FPOK IKIP Mataram.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Budi mengabdikan diri sebagai guru PNS di SD Negeri 1 Mataram. Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia tetap aktif membina olahraga, khususnya bela diri Hapkido.
Dedikasi tersebut akhirnya menghasilkan prestasi di ajang Porprov 2026. Budi turut mengantarkan Hapkido Kota Mataram meraih enam medali emas.
Pencapaian itu sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sekaligus mengharumkan nama daerah.
Enam Emas untuk Mataram dan Pesan untuk Pemuda Dasan Agung
Bagi Budi Satria, keberhasilan meraih enam emas Porprov 2026 bukan semata-mata persoalan jumlah medali. Prestasi tersebut juga menjadi pesan bagi generasi muda, khususnya anak-anak muda Dasan Agung.
Ia berharap para pemuda tidak berhenti menggali potensi dan keahlian masing-masing. Menurutnya, setiap anak muda memiliki kesempatan untuk berprestasi melalui bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
“Mari kita tunjukkan bahwa kita juga bisa berprestasi di jalur olahraga. Melalui olahraga bela diri ini, mari kita angkat harkat dan martabat Dasan Agung khususnya dan Mataram pada umumnya,” ujar Budi, saat ditemui di Mataram, Kamis (01/10/2026).
Menurut Budi, olahraga bela diri bukan hanya tentang kemampuan bertanding. Proses latihan juga mengajarkan disiplin, keberanian, kerja keras dan konsistensi yang penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu ditanamkan sejak dini agar olahraga tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter kuat.
Menatap PON 2028
Prestasi Hapkido Kota Mataram di Porprov 2026 juga menjadi bagian dari perjalanan menuju agenda olahraga yang lebih besar. NTB akan menghadapi PON 2028, sehingga pembinaan atlet muda menjadi salah satu hal penting untuk terus dilakukan.
Budi berharap momentum tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat dari Kota Mataram dan berbagai daerah di NTB.
Perjalanan Budi Satria menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari latar belakang keluarga yang serba berkecukupan. Dari keluarga sederhana di Dasan Agung, ia menempuh pendidikan, menjadi guru, sekaligus aktif membina olahraga.
Kini, enam medali emas Porprov 2026 menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Lebih dari sekadar catatan prestasi, pencapaian Budi menjadi pesan bagi pemuda Dasan Agung dan generasi muda Mataram bahwa lingkungan tempat seseorang berasal bukanlah batas untuk meraih prestasi.
Yang menentukan adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan melalui pendidikan, kerja keras, disiplin dan karya.
Budi Satria telah membawa nama Dasan Agung ke arena olahraga Porprov 2026. Dari lingkungan sederhana di Kota Mataram, ia menunjukkan bahwa prestasi dapat menjadi jalan untuk mengangkat nama daerah.
Pewarta: Hadi
Editor: R7 - 02

0 Komentar