Musorprov KONI NTB di Depan Mata, Caretaker Ditunjuk dan Dukungan Politik Mulai Mengemuka
Mataram - Reportase7.com
Setelah Caretaker Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) ditunjuk oleh KONI Pusat, tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB kini mulai menjadi perhatian publik.
Divisi Pemuda dan Olahraga Kawal NTB, Agus Salim, mengatakan pelaksanaan Musorprov harus segera dipersiapkan karena berdasarkan jadwal yang ada, proses musyawarah ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan sejak caretaker ditunjuk. Agus mengatakan bahwa Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal disebut tidak akan kembali maju dalam bursa calon Ketua KONI NTB.
Menurut Agus, informasi tersebut diperoleh dari sejumlah ketua cabang olahraga (cabor). Ia menyebut Gubernur NTB sebelumnya mengumpulkan sekitar 30 orang pendukung dan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan kembali maju sebagai calon Ketua KONI NTB.
Agus menilai keputusan tersebut merupakan pilihan politik dan organisasi yang harus dihormati. Namun, menurutnya, keputusan untuk tidak maju kembali sebelum proses pemilihan berlangsung menjadi sesuatu yang menarik untuk dicermati.
"Sikap itu tentu bukan sikap seorang petarung, apalagi saat ini beliau berada di pundaknya sebagai pemimpin NTB. Mengalah sebelum bertanding tentu menjadi sesuatu yang menarik," ujar Agus, Minggu 27 September 2026.
Meski demikian, Kawal NTB mengaku memahami keputusan tersebut. Agus menyebut latar belakang Lalu Muhammad Iqbal sebelumnya lebih banyak berada di dunia birokrasi dan diplomasi, sehingga pengalaman dalam kontestasi politik organisasi yang penuh dengan dinamika menang dan kalah tentu berbeda.
Namun, menurut Agus, persoalan yang justru menjadi pertanyaan publik adalah arah dukungan setelah Gubernur disebut tidak kembali maju.
Ia menyebut dukungan tersebut kemudian diarahkan kepada Ketua DPD I Partai Golkar NTB, Mohan Roliskana, sebagai salah satu kandidat Ketua KONI NTB.
"Yang menjadi pertanyaan publik justru setelah menyatakan tidak maju, Pak Iqbal kemudian mengarahkan dukungannya kepada Pak Mohan Roliskana," katanya.
Agus mengatakan, sejumlah nama lain sebelumnya juga telah muncul dalam dinamika pencalonan Ketua KONI NTB, termasuk sejumlah tokoh yang disebut memiliki basis organisasi dan dukungan dari lingkungan olahraga.
Karena itu, menurut dia, keputusan mengarahkan dukungan kepada Mohan Roliskana menjadi bahan perbincangan di kalangan insan olahraga NTB.
"Kenapa harus Pak Mohan? Bukankah masih ada sejumlah tokoh lain yang juga telah menyatakan kesiapan dan memiliki pengalaman organisasi?" ujar Agus.
Ia menyebut sejumlah nama yang berkembang dalam bursa pencalonan, di antaranya Lalu Pathul Bahri dan H. Iron sebagai tokoh daerah yang dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan. Namun, terkait siapa saja yang nantinya memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos verifikasi, Agus menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan panitia atau tim verifikasi Musorprov sesuai aturan yang berlaku.
Kawal NTB juga melihat Musorprov KONI NTB memiliki arti strategis karena Ketua KONI terpilih nantinya akan menghadapi agenda besar olahraga nasional, termasuk persiapan menuju PON 2028.
Menurut Agus, PON 2028 bukan hanya menjadi panggung olahraga, tetapi juga membawa konsekuensi besar dalam hal pengelolaan anggaran, pembinaan atlet, pembangunan prestasi, hingga citra daerah.
"PON 2028 adalah panggung besar dan spektakuler. Bukan hanya untuk olahraga karena memang itu hajatannya, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam pembangunan daerah," katanya.
Dinamika dukungan politik terhadap calon Ketua KONI NTB pun tidak luput dari perhatian. Agus menyebut adanya kekecewaan dari sebagian pihak yang berharap Gubernur NTB memberikan dukungan kepada figur yang berasal dari partai politik yang sebelumnya mengusungnya.
Salah seorang yang disebut sebagai loyalis Lalu Pathul Bahri, Daing, mempertanyakan arah dukungan tersebut.
"Kami tidak mengerti kenapa Gubernur malah memberi jalan kepada partai lain yang kemarin mempermalukannya," kata Daing.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Daing dan tidak serta-merta mewakili sikap seluruh pihak yang terlibat dalam dinamika Musorprov KONI NTB.
Sementara itu, salah seorang ketua cabor yang disebut mendukung Mori Hanafi menyatakan pihaknya tidak gentar menghadapi siapapun calon yang nantinya maju dalam Musorprov KONI NTB. Menurutnya, kontestasi Ketua KONI harus dikembalikan kepada semangat olahraga, yakni sportivitas dan kompetisi yang sehat.
"Kalau kami sudah siap. Dukungan sudah lebih dari 40 cabor serta lebih dari tiga KONI daerah. Kita lihat saja perjalanannya," ujarnya.
Ketua cabor tersebut meminta identitasnya untuk sementara dirahasiakaNT Dengan ditunjuknya caretaker, dinamika menuju Musorprov KONI NTB diperkirakan akan semakin terbuka. Persaingan tidak hanya akan ditentukan oleh dukungan politik, tetapi juga oleh persyaratan administrasi, dukungan KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga, serta mekanisme verifikasi dan tata tertib Musorprov.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0 Komentar