![]() |
| (Foto: Drs. H. Jamaluddin Malik, Sekretaris Daerah pertama Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus Bupati Sumbawa periode 2005–2010, dan Drs. H. A. Latief Madjid, S.H., Bupati Sumbawa periode 2000–2005) |
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat tidak terlepas dari pengalaman, keputusan, dan kerja para pemimpin yang membangun daerah sejak awal terbentuknya. Nilai tersebut kembali diangkat dalam Dialog Tokoh bertema “Kepemimpinan, Integritas, dan Keteladanan dalam Membangun Daerah” sebagai ruang untuk menyampaikan pengalaman pemerintahan terdahulu kepada para kepala perangkat daerah sebagai bekal dalam menjalankan pemerintahan saat ini dan menyiapkan keberlanjutan pembangunan KSB ke depan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2026. Dialog menghadirkan Drs. H. Jamaluddin Malik, Sekretaris Daerah pertama Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus Bupati Sumbawa periode 2005–2010, dan Drs. H. A. Latief Madjid, S.H., Bupati Sumbawa periode 2000–2005. Kegiatan dimoderatori Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, M.M. bertempat di Aula Paserang Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis 17 September 2026.
Pengalaman para tokoh tersebut menjadi pengingat bahwa membangun daerah membutuhkan proses panjang, ketekunan, dan fondasi tata kelola yang kuat. Bapak A. Latif Madjid, S.H. menceritakan kondisi birokrasi pada masa awal pengabdiannya, ketika jumlah pegawai berpendidikan sarjana masih terbatas dan peningkatan kapasitas aparatur dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan sebelum menjalankan tugas pemerintahan.
Menurutnya, perubahan zaman telah membuat banyak pekerjaan pemerintahan menjadi lebih mudah dengan dukungan teknologi. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan kemauan pemimpin untuk belajar dan memahami persoalan yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang pemimpin, lanjutnya, tidak cukup hanya memberikan perintah, tetapi perlu mengetahui persoalan, mencari informasi, mempelajari hal-hal yang belum dikuasai, serta membuka ruang bagi pendapat dan masukan dari pihak lain.
Nilai kepemimpinan tersebut juga perlu berjalan bersama integritas. Drs. H. A. Latif Madjid, S.H. menekankan bahwa integritas tercermin dari kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Prinsip yang disampaikan kepada bawahan maupun masyarakat harus terlebih dahulu diwujudkan dalam tindakan, termasuk dalam menjalankan perencanaan dan pekerjaan pemerintahan.
Pengalaman membangun daerah juga menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dikerjakan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Kerja sama dan gotong royong antardinas, instansi, serta masyarakat perlu terus dikembangkan agar program pemerintah dapat berjalan secara terpadu dan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Hal tersebut menjadi penting bagi penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat saat ini. Kepala perangkat daerah tidak hanya dituntut memahami tugas pada bidang masing-masing, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap arah pembangunan daerah secara menyeluruh. Karena itu, penguasaan terhadap visi dan misi daerah menjadi bagian penting agar setiap kebijakan, program, dan penggunaan sumber daya pemerintah bergerak pada tujuan pembangunan yang sama.
Selanjutnya, Drs. H. Jamaluddin Malik mengingatkan bahwa setiap pekerjaan pemerintahan memiliki nilai ketika dilaksanakan dengan niat pengabdian yang benar dan tanggung jawab. Dengan sumber daya pemerintah yang terbatas, setiap perangkat daerah dituntut mampu mengelolanya secara baik, efektif, dan efisien.
“Selamat bekerja, mudah-mudahan dari pemimpin sampai bawah memiliki nilai integritas yang tinggi,” ujar Jamaluddin Malik.
Ia juga menekankan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah pemerintahan. “Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas,” katanya.
Bagi Kabupaten Sumbawa Barat, pengalaman masa lalu menjadi bagian dari modal untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, M.M., menyampaikan bahwa perjalanan daerah perlu terus dipahami oleh generasi pemerintahan saat ini agar setiap capaian dan proses yang telah dilalui dapat menjadi pembelajaran untuk melangkah ke depan.
“Sumbawa Barat hari ini pernah memiliki cerita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang melupakan masa lalu serta orang-orang yang memiliki peran saat itu,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan keberlanjutan pembangunan sebagai tanggung jawab lintas generasi. Pengetahuan mengenai sejarah pembentukan dan perjalanan pemerintahan KSB tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi menjadi bekal bagi aparatur dalam memahami mengapa suatu kebijakan dibangun, nilai apa yang perlu dipertahankan, dan apa yang perlu terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Di tengah tuntutan pemerintahan yang semakin kompleks, integritas, kapasitas kepemimpinan, kolaborasi, dan pemanfaatan sumber daya secara efektif menjadi fondasi yang perlu dijaga. Pemerintahan yang bekerja dengan prinsip tersebut akan lebih mampu memastikan program daerah dilaksanakan secara bertanggung jawab, terarah, dan berkelanjutan.
Dialog Tokoh menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman generasi sebelumnya dengan kebutuhan pemerintahan hari ini. Dari pengalaman tersebut, kepala perangkat daerah diharapkan semakin memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang kewenangan, melainkan tentang keteladanan, kemauan untuk terus belajar, kejujuran dalam bekerja, kemampuan membangun kolaborasi, serta kesungguhan memastikan setiap amanah pemerintahan memberi manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat tidak berhenti pada capaian hari ini, tetapi terus dilanjutkan dengan fondasi nilai, pengalaman, dan semangat pengabdian yang diwariskan dari satu generasi pemerintahan kepada generasi berikutnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01


0 Komentar