Tingkatkan Akurasi Kebijakan, Dinkes Sumbawa Barat Gandeng PKMK FK-KMK UGM Perkuat Manajemen Data Kesehatan
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa Barat - Reportase7.com
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen memperkuat sistem kesehatan daerah melalui pengelolaan data yang presisi. Bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Dinkes menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Kerja Manajemen Data dan Informasi Kesehatan, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (11–12 Maret 2026) di Aula Kedai Sawah Resto ini, merupakan bagian dari rangkaian Endline Evaluation Bank Data Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat yang didukung oleh Health System Insight (HSI).
Tujuan utama pertemuan ini adalah membekali para pengelola data dengan keterampilan penyajian data yang berkualitas. Hal ini krusial agar data kesehatan tidak sekadar menjadi tumpukan angka, namun bertransformasi menjadi landasan perencanaan program dan pembuatan kebijakan yang efektif (evidence-based policy).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., hadir langsung bersama Sekretaris Dinas, Akhiruddin Juliadi, SKM., M.Si., serta jajaran Kepala Bidang dan Tim Manajemen Data. dr. Carlof menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan berkelanjutan dari tim FK-KMK UGM.
“Ilmu dan bimbingan yang diberikan sangat bermanfaat dalam menjawab tantangan kesehatan di Sumbawa Barat. Kemampuan menyajikan data secara kualitatif maupun kuantitatif sangat penting agar proses penganggaran dan penentuan prioritas program lebih akurat dan tepat sasaran,” tegas dr. Carlof.
Kegiatan yang dipimpin oleh Abigael Wohing Ati, S.Psi., MA., PhD., ini menghadirkan materi strategis, di antaranya, Knowledge Translation (KT) merupakan teknik mengolah data mentah menjadi produk pengetahuan yang mudah dipahami pengambil kebijakan. Penyusunan Policy Brief, Melatih peserta menyusun pernyataan masalah, identifikasi faktor penyebab, hingga merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta mempraktikkan langsung cara menyajikan data yang komunikatif untuk mendukung perencanaan sektor kesehatan.
dr. Carlof berpesan agar seluruh tim manajemen data mengimplementasikan keterampilan yang didapat guna meningkatkan kinerja organisasi.
Harapannya, data yang akurat dan komunikatif akan menjadi fondasi kuat dalam pengambilan keputusan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:


0Komentar