![]() |
| (Foto: Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Lombok Timur, Ruhman) |
Lombok Timur - Reportase7.com
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Lombok Timur, Ruhman, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok, Rabu 11 Maret 2026.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, tim MPC PP Lombok Timur menemukan banyak sajian makanan yang jauh dari standar kesehatan dan gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang banyak beredar luas di sejumlah sekolah di Lombok Timur.
Ruhman mengungkapkan keprihatinannya lantaran lemahnya pengawasan dan intervensi dari Satgas kepada Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola makanan untuk para siswa.
"Bukan saja tidak memenuhi standar gizi, bahkan makanan yang disajikan sudah busuk dan terdapat ulat di dalamnya. Ini merupakan bentuk pengkhianatan kepada rakyat bila program mulia ini disalahgunakan oleh oknum yang menyelewengkan anggaran MBG," tegas Ruhman.
Menyikapi temuan tersebut, Ruhman meminta kepada pihak terkait dan Satgas MBG untuk lebih aktif melakukan pemantauan serta pengawasan menyeluruh.
Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi celah bagi oknum nakal untuk bermain dengan kualitas konsumsi siswa.
MPC PP Lombok Timur menekankan untuk segera melakukan pemeriksaan mendadak terhadap seluruh dapur penyedia untuk memastikan kelayakan sanitasi dan kualitas bahan baku.
Mendesak Satgas MBG untuk bersikap tegas dengan mencabut izin operasional dapur yang terbukti melanggar standar BGN.
Memastikan anggaran yang dialokasikan benar-benar lari ke piring siswa dalam bentuk nutrisi, bukan dipangkas demi keuntungan pribadi.
Lebih lanjut, Ruhman meminta Satgas MBG tidak berkompromi dengan kualitas kesehatan generasi mendatang. Menurutnya, keberadaan dapur yang tidak layak hanya akan merusak citra program nasional ini dan membahayakan kesehatan anak didik.
"Ada sejumlah dapur yang kami nilai buruk dan sama sekali tidak layak. Satgas harus tegas, segera amputasi atau tutup dapur yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh BGN. Jangan biarkan nyawa dan kesehatan anak-anak kita menjadi taruhan," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar