Urgensi Perbaikan Saluran Air Laut di Suryawangi, BPBD Janjikan Asesmen Lapangan

Lombok Timur - Reportase7.com

Saluran air gorong-gorong yang sudah tersumbat di Pantai Suryawangi hingga Labuan Haji mengancam bahu jalan dan infrastruktur wisata. Batu boulder yang dipasang sebelumnya tak lagi efektif karena aliran air deras, berpotensi menggerus jalan bernilai miliaran rupiah jika tak segera ditangani, terutama di musim hujan saat ini.

Kabid Rehab Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Hadi  Jayari, mengakui anggaran pemeliharaan belum pernah dialokasikan. 

"Ini kan untuk jadi atensi pemerintah daerah, kaitan dengan penanganan masa Darurat bencana, bahkan sebelum bencana juga kita harus tangani," ujarnya saat di konfirmasi  di ruangannya, Kamis 29 Januari 2026. 

Lebih lebih kata dia untuk menekankan kewajiban pemerintah melindungi masyarakat dan minimalisir bencana, dengan kekhawatiran masyarakat di Suryawangi sebagai pemicu urgensi.

Di mana kata Hadi, masyarakat juga khawatir atas hantaman ombak bisa merusak bahu jalan. 

"Kalau terjadi misalnya hantaman ombak di sana, otomatis bahu jalan itu yang akan dihantam. Dan kalau itu tidak dilakukan penanganan segera, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lebih besar," tambah Hadi.

Di mana Pantai Suryawangi sebagai destinasi wisata potensial PAD juga terancam, dengan bangunan permanen di pinggir saluran rawan erosi. Langkah awal BPBD adalah asesmen lapangan untuk hitung kebutuhan pemeliharaan.

"Kami akan cek kondisi lapangan dulu seperti apa dan asesmen berapa kebutuhan pemeliharaan itu. Jangan sampai bangunan-bangunan yang sudah kita bangun dengan nilai miliaran rusak," jelasnya. 

Lebih lanjut dari informasi masyarakat, disepanjang pantai sampai depan dermaga, ia menegaskan penanganan segera diperlukan meski dampak belum kritis dengan melihat beberapa titik lainnya.

"BPBD berjanji bertindak melakukan pencegahan agar tak ada korban dan aset infrastruktur terlindungi," tutupnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01