Pemerintah Gandeng Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin untuk Paparkan Bijak Bermedia Sosial

 LOMBOK TIMUR - REPORTASE 7
Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan promosi penggunaan media sosial yang bijak, Dinas Komunikasi, Informasi  dan Statistika Provinsi Nusa Tenggara Barat (Diskominfotik NTB), bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI gandeng Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka, berkolaborasi dalam menyampaikan bijak dalam menggunakan media sosial dan pesan-pesan bijak bermedia sosial, yang diberikan kepada generasi muda, khususnya santri dan Santriwati di pesantren tersebut.

Tabligh Akbar yang di rangkaian dengan Solawatan Nasional itu merupakan  agenda dari Kementrian Komunikasi dan Informatika  RI, yang sebelumnya sudah di laksanakan di Jambi, Bali, Jawa Timur, dan NTB di Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Para peserta diajak untuk memahami pentingnya penggunaan media sosial yang positif dan bertanggung jawab dalam era digital yang semakin berkembang pesat.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfotik NTB di wakili Kepala Bidang Persandian Diskominfotik NTB Safrudin menekankan bahwa media sosial memiliki peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari, namun juga perlu digunakan dengan bijak. Tentu untuk mengetahui batasan-batasan dalam bermedia sosial sudah di atur dalam perundang-undangan nomor 1 tahun 2024 tentang informasi transaksi elektronik.

“Media sosial memiliki peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari, namun juga perlu digunakan dengan bijak”. Jelas Safrudin di Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka, Selasa (02/04/2024).

Ditambahkan Saf sapaan akrab Kabid Persandian Diskominfotik NTB, Ada hal-hal yang harus di pahami saat bermedia sosial, seperti tidak langsung membagikan informasi baik berupa pesan atau konten-konten terlebih dahulu sebelum memvalidasi kebenaran dari informasi tersebut.

“Ada hal-hal yang harus di pahami saat bermedia sosial, seperti tidak langsung membagikan informasi kepada orang lain”. Tambahnya.  

Mereka juga membagikan tips dan trik untuk menggunakan media sosial secara positif, produktif, dan aman.

Sementara itu, Kemenkominfo RI, yang diwakili Pranata Humas Ahli Muda, Waiji menjelaskan, persatuan yang merupakan kunci kekuatan sebuah bangsa, dalam menghadapi segala permasalahan, dengan tetap bersatu dan merajut persaudaraan  maka akan  mencapai kemajuan yang lebih baik. Sesuai dengan tema dari kegiatan tabligh akbar tersebut _Merajut persatuan mempererat persaudaraan_.

Ditambahkanya, kebijakan dan regulasi terkait penggunaan media sosial serta upaya pemerintah dalam mempromosikan literasi digital di kalangan masyarakat. Mereka juga mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan dalam memerangi penyebaran konten negatif dan hoaks di dunia maya.

“Persatuan yang merupakan kunci kekuatan sebuah bangsa, dalam menghadapi segala permasalahan, dengan bersatu, maka  mencapai kemajuan yang lebih untuk bangsa akan mudah”. Jelasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Ustadz H. Ahmad Patoni menyambut baik kerjasama tersebut, dan berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi para santri dan santriwati dalam memahami etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial.

“Semua ini bukan hal yang datang secara tiba-tiba, kalau bukan berkat dari pada kementrian Kominfo, dan diskomifotik NTB, tentunya semoga itikad baik ini dapat menambahkan keilmuan santri dan santriwati di Ponpes kami dalam bijak menggunakan media sosial, dan emerangi informasi yang tidak Valid." Tutupnya.

Kerjasama antara Diskominfotik NTB, Kemenkominfo RI, dan Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya membangun literasi digital yang lebih baik di kalangan generasi muda NTB. Semoga pesan-pesan bijak yang disampaikan dapat memberi dampak positif dan menginspirasi pengguna media sosial untuk menjadi agen perubahan yang baik dalam masyarakat.

Pewarta: Red
Editor: R7-02