Gili Maringkik, Kekayaan Budaya dan Tradisi Masyarakat Suku Bajo Dalam Balutan Tradisi Sasak

Lombok Timur - Reportase7.com

Dunia kita penuh dengan keajaiban. Ada beberapa kelompok etnis unik yang dapat dianggap "semi-aquatic." " Kelompok-kelompok ini menghabiskan seluruh hidup mereka di laut, terutama bergantung pada apa yang mereka kumpulkan dari laut.

Dalam banyak kasus, anak-anak dari kelompok etnis ini tahu cara berenang bahkan sebelum mereka bisa berjalan. Sayangnya, banyak dari mereka telah menghadapi modernisasi dan cara hidup mereka yang unik perlahan menghilang dari dunia kita. (05/01/2024)

Di Indonesia, kelompok etnis ini juga dikenal sebagai Suku Bajo. Anda dapat menemukannya di banyak tempat di seluruh nusantara, termasuk pulau Lombok. Yang paling dikenal namanya suku bajo. Di Lombok, Anda dapat menemukannya di Gili Maringkik, Lombok Timur.

Gili Maringkik adalah sebuah pulau kecil yang terletak hanya 10 menit naik perahu dari pantai Pink yang terkenal, dan didominasi oleh Suku Bajo. Suku Bajo di Gili Maringkik hidup baik di darat maupun di perahu. Cara hidup mereka yang unik telah memikat rasa ingin tahu banyak wisatawan.

Salah satu atraksi utama Gili Maringkik adalah garis pantainya yang menakjubkan. Pantai yang murni, air pirus yang jernih, dan formasi batu yang unik menciptakan pengaturan yang indah untuk relaksasi dan penjelajahan. Pengunjung dapat menikmati aktivitas seperti berenang, berjemur, dan pantai.

Sorotan lain dari Gili Maringkik adalah kesempatan untuk membenamkan diri dalam kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Suku Bajo, yang telah asimilasi dengan tradisi Sasak. Dari menyaksikan kebiasaan unik mereka hingga mempelajari teknik memancing mereka, pengunjung dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang cara hidup mereka.

Bagi mereka yang mencari petualangan, Gili Maringkik juga menawarkan kesempatan snorkeling dan menyelam yang fantastis. Terumbu karang yang semarak dan kehidupan laut yang beragam memberikan pengalaman bawah laut yang mempesona.

Ini adalah tujuan yang wajib dikunjungi ketika menjelajahi Pantai Pink di Lombok Timur.

Sumber: BPBD NTB