Kepsek SMPN 1 Jayanti Bungkam Terkait Dugaan Pungli Fasilitas Sekolah

Tangerang - Reportase7.com

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayanti Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Eko Warso enggan berkomentar terkait dugaan pungli di lingkungan sekolah, saat awak media menghubungi kepala sekolah via whatsapp sama sekali tidak ada tanggapan terkait dugaan pungli yang sudah berjalan bertahun-tahun. (12/12/2023)

Berdasarkan hasil temuan (investigasi) media dan ormas GEMA Indonesia di lapangan, pungli yang di duga masuk kantong pribadi Kepsek SMP Negeri 1 Jayanti tersebut, yaitu terkait pungutan uang kantin sekolah yang selama ini jarang tersentuh oleh awak media, LSM mau pun masyarakat umum.

Terkait permasalahan tersebut ketua umun Organisasi Masyarakat (Ormas)  Gerakan Masyarakat Adat Indonesia (GEMA Indonesia) Ferry Anis Fuad, SH., MH, angkat bicara terkait pungutan liar (pungli) yang di lakukan oleh pihak Sekolah (Kepsek SMPN 1 Jayanti) Eko Warso kepada sejumlah kantin yang ada di lingkungan sekolah.

Apa yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayanti, merupakan perbuatan yang tidak bisa dibiarkan, dari hasil pungutan sejumlah kantin tersebut, semua hasil pungutan masuk ke kantong pribadi Eko Warso (Kepsek red).

"Bayangkan saja dari 8 kios kantin sekolah yang di sewakan oleh pihak sekolah di kalikan biaya sewa perbulan dan di jumlahkan selama Eko Warso menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayanti, sudah berapa uang yang masuk kantong pribadinya," ujar Ferry.

Dikatakan Ferry, seharusnya uang tersebut di pergunakan untuk kepentingan Sekolah tapi kenyataannya hampir di semua Sekolah uangnya masuk kantong pribadi.

"Saya akan menindak lanjuti hasil temuan ini dan melaporkannya ke Kejari Tangerang terkait dugaan pungli oleh oknum Kepala Sekolah Eko Warso," tegas Ferry yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Dari hasil temuan awak media dan ormas GEMA Indonesia pihak Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayanti yang di wakili oleh Wakil Kepala Sekolah Iman Nurholik mengatakan bahwa memang selama ini baik dewan guru mau pun pihak kepsek belum pernah membahas terkait masalah ini.

Bahkan masih menurut Iman Nurholik pihak sekolah akan mengadakan rapat musyawarah dengan pihak kantin, hingga berita ini di turunkan pihak sekolah belum juga mengadakan rapat perihal dugaan pungli yang merugikan pihak penyewa kantin Sekolah.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01