(Foto: Kepala SMK Negeri 3 Mataram Sulman Haris, S. Ag., M. Pd. I, bersama Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc)


Mataram - Reportase7.com


Bang Zul-Umi Rohmi, sapaan akrab pasangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc, dan Dr. Ir. Sitti Rohmi Djalilah M. Pd, di era kepemimpinan mereka cukup banyak memberikan kebijakan untuk mendukung pengembangan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan di daerah NTB.

Muatan kompetensi kebekerjaan, baik kompetensi yang membekali siswa siap kerja maupun kompetensi siap berwirausaha merupakan hakikat dari pembelajaran di SMK.

Dengan kebijakan untuk mendukung pengembangan SMK dari Bang Zul-Rohmi, membuat SMK Negeri 3 Mataram berupaya agar hakikat tersebut menjadi visi dan misi sekolah dalam melaksanakan pelayanan pembelajaran kejuruan di tengah masyarakat.

Kepala SMK Negeri 3 Mataram Sulman Haris, S. Ag., M. Pd. I, mengatakan bahwa, Iklim investasi yang kondusif di era kepemimpinan Bang Zul-Rohmi memberi dampak pada tumbuh kembang dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Sehingga dalam hal ini, SMK Negeri 3 Mataram dapat memperluas pengembangan program Guru Tamu Industri ke sekolah, Pembelajaran Berbasis Industri, Siswa Magang dan Praktik Kerja Lapangan, serta peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan melalui Uji Sertifikasi Industri.

"Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, pencapaian SMK Negeri 3 Mataram pada aspek-aspek tersebut mengalami peningkatan. Guru tamu yang dilibatkan pada proses pembelajaran di SMKN 3 Mataram, awalnya hanya 20% dari jumlah kompetensi di SMK Negeri 3 Mataram, saat ini sudah mencapai 100%. Hal ini diungkapkan Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris, ketika dikonfirmasi media," ungkap Sulman.

Ketercapaian tersebut tentu saja tidak terlepas dari kebijakan Bang Zul-Rohmi yang mengkondisikan ketersediaan praktisi industri yang semakin banyak dan terjangkau di Provinsi NTB.

Dalam hal pembelajaran berbasis industri, di mana penerapan kurikulum, penggunaan alat dan bahan, serta keterlibatan tenaga pengajar secara keseluruhan didukung oleh industri, SMK Negeri 3 Mataram senantiasa terus meningkatkan perkembangannya.

"Saat ini, beberapa siswa-siswi kelas XII sudah terlibat dan melaksanakan kegiatan pembelajaran di Industri. Secara tidak langsung, kompetensi budaya industri dapat berkembang pada diri siswa-siswi, dalam rangka menguatkan jiwa kebekerjaan siswa dan mendukung program Zul-Rohmi melalui SASISAHA (SATU SISWA SATU USAHA)," terangnya.




Dikatakan Sulman, dampak lainnya adalah dalam waktu 3 (tiga) tahun terakhir, SMK Negeri 3 Mataram mampu mengantar kurang lebih 10% dari jumlah siswa-siswi memperoleh pekerjaan dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dalam waktu tunggu 0 (nol) tahun setelah lulus dari SMK Negeri 3 Mataram. Jumlah ini tentu saja sudah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Keberhasilan Zul-Rohmi dalam menjaga dan meningkatkan iklim investasi di NTB, berdampak positif pada ketersediaan DUDIKA di NTB. Kondisi ini sangat mendukung pada keterlaksanaan peningkatan kompetensi siswa dan guru SMK Negeri 3 Mataram yang diprogramkan melalui Magang Siswa dan Guru yang dilanjutkan dengan Uji Sertifikasi Kompetensi.

"Dalam 5 (lima) tahun terakhir, jumlah guru kejuruan yang melaksanakan magang dan uji sertifikasi industri terus bertambah. Hal ini didukung dengan kemudahan akses sekolah dalam bekerjasama dengan DUDIKA di wilayah NTB," jelasnya.

Penguatan kelembagaan SMK Negeri 3 Mataram, juga sangat didukung oleh kebijakan Zul-Rohmi. Tahun 2022 SMK Negeri 3 Mataram ditetapkan sebagai SMK penyelenggara BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

Hal ini tentu saja memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi SMK Negeri 3 Mataram dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, baik sarana dan prasarana, kurikulum, maupun sumber daya manusia dalam menjalankan program industrialisasi di sekolah.

"Melalui industrialisasi ini, maka akan berdampak pada pengembangan SDM NTB sesuai dengan kwalitas yang diharapkan industri serta pemanfaatan secara maksimal aset-aset daerah sebagai wujud daya dukung keterlaksanaan program-program pemerintah NTB," lanjut Sulman.

Penguatan kelembagaan di SMK Negeri 3 Mataram juga menjadi wujud kepercayaan berbagai instansi kepada sekolah. Berbagai program dijalin oleh SMK Negeri 3 Mataram, terutama program update teknologi. Seperti program penggunaan energi terbarukan dalam berbagai sektor, SMK Negeri 3 Mataram dijadikan sebagai pusat pelatihan koversi kendaraan bahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

Begitu juga dengan berbagai purwarupa kendaraan berbasis energi terbarukan telah diciptakan oleh SMK Negeri 3 Mataram dari hasil riset dan pengembangan.

Pelatihan Koversi Sepeda Motor BBM Menjadi Sepeda Motor Listrik, Kerjasama Kementrian ESDM dengan SMK Negeri 3 Mataram

Selanjutnya, di tahun pelajaran 2023/2024, melalui kebijakan Bang Zul dan Ummi Rohmi, SMK Negeri 3 Mataram mendapat izin untuk mengembangkan salah satu program keahlian yang potensial, yaitu Teknik Kimia Industri (TEKIN).

Sejak kelas X, pembelajaran TEKIN sudah terselenggara dengan pendekatan model Teaching Factory (TEFA). Salah satu syarat agar TEFA dapat berjalan dengan baik, maka perlu partner DUDIKA yang mendukung.

Kebijakan Zul-Rohmi yang berpihak pada pengembangan unit usaha di NTB, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kimia kebutuhan rumah tangga, kimia pangan, maupun kimia kosmetik.

Hal ini mempermudah SMK Negeri 3 Mataram untuk menemukan rekanan DUDIKA, sehingga TEFA di program keahlian TEKNIK dapat direalisasikan.

Proses pembelajaran pada 3 bulan terakhir, sudah 10 produk kimia rumah tangga yang berlisensi industri yang dapat dihasilkan dan dipasarkan oleh siswa kelas X TEKIN.

Rencananya, pola pembelajaran model ini akan terus dikembangkan, baik pengembangan produk variasi maupun kompetensi pemasaran dan kewirausahaannya.

Melalui Teknik Kimia Industri ini, nuansa kebekerjaan dan industrialisasi akan semakin kuat di SMK Negeri 3 Mataram.

Pelaksanaan Teaching Factory Teknik Kimia Industri SMK Negeri 3 Mataram
Bimbingan CV CHEMIKA KARYA NTB

"Di era kepemimpinan Bang Zul dan Ummi Rohmi, kami merasakan dampak positif yang luar biasa terutama dalam rangka mengembangkan pembelajaran di SMK. Poin penting pengembangan pembelajaran SMK adalah kebekerjaan, baik bagi siswa dan guru. Kebekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik, jika link dan match SMK dengan DUDIKA dapat terlaksana," bebernya.




Era kepemimpinan Bang Zul-Umi Rohmi ini, sangat mendukung dan mendorong agar link dan match itu menjadi super link dan match,” ungkap Sulman Haris, Kepala SMK Negeri 3 Mataram.

Kebijakan-kebijakan Zul-Rohmi yang sangat berpihak pada SMK tersebut, menjadi payung teduh bagi kami di SMK Negeri 3 Mataram untuk senantiasa mengembangkan kebekerjaan dan industrialisasi di sekolah. Kami menyambut kebijakan-kebijakan tersebut dengan berbagai program yang relevan.

Banyak keberhasilan program yang telah kami raih selama kepemimpinan Bang Zul-Umi Rohmi ini, seperti peningkatan guru tamu industri ke sekolah, peningkatan terselenggaranya berbagai pelatihan kompetensi vokasi di sekolah, kelas industri yang berjalan dengan baik, sertifikasi industri bagi guru dan siswa, serta BLUD. Raihan-raihan tersebut akan kami pertahankan dan tingkatkan.

"Semoga kami dapat terus berkiprah mendukung kebijakan-kebijakan pemimpin kami, melalui pemberdayaan potensi kami, sesuai dengan Roadmap dan Renstra yang telah diprogramkan Pemerintah Daerah," pungkasnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01