(Foto: Kepala Dinas Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, M. Pd)


Mataram - Reportase7.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nusa Tenggara Barat, akan segera menggelar mutasi dan rotasi puluhan kepala SMA/SMK seusai lebaran yang ada di Provinsi NTB.

Mutasi dan rotasi puluhan Kepsek tersebut, guna meningkatkan mutu pendidikan di tingkat  SMA / SMK.

Kepala Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan menjelaskan mutasi ini hal biasa, sehingga tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Apalagi, kegiatan ini telah melalui proses evaluasi kinerja. Dikbud menilai evaluasi kinerja tersebut didasarkan pada regulasi yang berlaku. (26/04/2023)

”Pergantian ini hal yang wajar, karena kita melihat dan menilai kinerja kepala sekolah itu seperti apa,” ujarnya.

Kepastian berapa jumlah kepala sekolah yang mengalami pergeseran tidak dirincikan.

”Insya Allah selsai lebaran, kiita sesuaikan dengan kebutuhan, dan nama-nama mereka sudah ada," terangnya.

Disinggung mengenai mutasi akan menyasar banyak kepala sekolah, Ia menjawab perombakan jabatan kepala sekolah terebut akan disesuaikan dengan capaian kerja masing-masing melalui evaluasi kinerja. Juga berdasarkan progres dan kebutuhan pembangunan ke depannya.

Ia juga menambahkan hal ini berkaitan erat dengan penyegaran di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Setelah Dinas Dikbud NTB memetakan kompetensi masing-masing individu, nantinya ada kepala SMK dimutasi menjadi kepala SMA, begitu juga sebaliknya.

”Ada kepala SMK yang lamban perkembangan sekolahnya, tetapi manajemen sekolahnya bagus, ini cocok di SMA,” imbuhnya.

”Namun ada juga yang ditemukan kepala SMA memiliki kreativitas yang luar biasa dalam memajukan sekolahnya, bisa jadi kita tugaskan dia menjadi kepala SMK,” lanjutnya.

Pihaknya telah melakukan evaluasi kinerja dalam dua tahap, dan hasilnya memang sejalan dengan hasil rapor pendidikan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berdasarkan hasil asesmen nasional.

Diakuinya, kepemimpinan kepala sekolah memang perlu didampingi dengan kuat, karena pada hasil evaluasi kinerja kepala sekolah, masih membekas pola kepemimpinan lama.

Berikutnya promosi jabatan, Dinas Dikbud NTB akan mengangkat kepala sekolah dari guru penggerak. Dengan catatan sudah memenuhi persyaratan berdasarkan Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

"Ada yang kami angkat dari teman-teman guru penggerak juga."

Kemudian bagi kepala sekolah yang memiliki kinerja kurang, ada yang ditugaskan kembali menjadi guru.

"Ada yang jadi guru juga karena tidak mampu menerjemahkan program-program kami," tambahnya.

Sedangkan bagi kepala sekolah yang sedang di masa persiapan pensiun (MPP), mereka tetap menjadi pemimpin di satuan pendidikan tersebut.

”Ada kepala sekolah kita yang MPP ini dan tidak boleh diganggu,” tutup Aidy.

Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) NTB, Drs. Suka, M. Pd, juga menambahkan dalam hal pengangkatan kepala sekolah, pemerintah telah banyak memanfaatkan eksistensi guru penggerak.

Dan tugas yang diemban kepala sekolah adalah memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan, untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai transformasi pendidikan yang berpihak pada peserta didik.

”Kami selalu mengapresiasi pemda yang telah mengimplementasikan amanat kementerian,” pungkas Suka.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01