Sampah Jadi Berkah! Pemkab KSB Gelar Expo Karya Pengelolaan Sampah
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Expo Karya dengan tema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, serta rangkaian Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat 11 September 2026. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., unsur Forkopimda, pimpinan DPRD beserta anggota, Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan OPD, organisasi wanita, camat, kepala desa dan lurah, serta masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., menjelaskan bahwa Expo Karya merupakan bagian dari langkah awal pembentukan bank sampah sekaligus sarana sosialisasi kepada pemerintah kecamatan dan desa agar pengelolaan sampah mulai dilakukan secara nyata di tingkat masyarakat.
“Kalau kebijakan tersebut tidak dilaksanakan, maka tidak cukup hanya dengan adanya bank sampah, tetapi juga harus ada gerakan dan sistem pengelolaan sampah yang berjalan di tingkat masyarakat,” ujar Nur Rahmadin.
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan tujuh sekolah dan enam komunitas pengelola sampah. Dari seluruh peserta tersebut, tercatat kemampuan pengelolaan sampah mencapai sekitar 2,7 ton per hari. Angka tersebut menjadi potensi pengurangan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir, di tengah estimasi sampah yang masuk ke TPA di wilayah Kecamatan Taliwang mencapai lebih dari 30 ton per hari.
Selain pengelolaan sampah, kegiatan juga menjadi ruang apresiasi dan penguatan gerakan sekolah berbudaya lingkungan. Dua sekolah, yakni SMPN 1 Maluk dan SDN 2 Seteluk, telah meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional.
Sementara itu, empat sekolah didorong untuk mengikuti dan meraih Adiwiyata tingkat nasional pada 2026, yaitu SDN 2 Jereweh, SDN Sapugara, SDN Telaga Baru, dan MTsN 2 Taliwang. SMPN 6 Taliwang juga mulai didorong untuk mengikuti program Adiwiyata.
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah mengapresiasi pelaksanaan Expo Karya tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi.
“Urusan lingkungan hidup ini adalah urusan yang sangat makro. Makro dalam arti bahwa betapa semua aktivitas kita, aktivitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, dan aktivitas lainnya, semuanya berada dalam satu bingkai, yaitu lingkungan hidup,” kata Bupati Amar.
Dalam hal pengelolaan sampah, Bupati menekankan bahwa persoalan yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila tidak ditangani sejak awal. Karena itu, menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
“Bukan hanya bagaimana kita membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan untuk generasi yang akan datang,” terangnya
Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah pendidikan lingkungan melalui sekolah. Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan muatan lokal untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memilah sampah. Bupati menyampaikan bahwa bahan ajar untuk mendukung langkah tersebut sedang disusun dan direncanakan mulai diterapkan pada tahun berikutnya.
Di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menetapkan arah kebijakan agar setiap desa memiliki bank sampah. Bagi desa yang telah memiliki TPS 3R, fasilitas tersebut diarahkan untuk direvitalisasi. Dukungan pembiayaan juga telah dialokasikan melalui bantuan keuangan kepada desa, dengan kewajiban investasi sebesar Rp150 juta untuk pembangunan bank sampah.
Pengelolaan bank sampah nantinya diarahkan tidak berhenti pada pemilahan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang telah dipilah dapat disetorkan dan dinilai sebagai potensi ekonomi melalui pola tabungan sampah. Pemerintah daerah juga akan melibatkan kelompok perempuan, karang taruna, serta organisasi masyarakat di desa dalam menjalankan sistem tersebut.
Bupati menargetkan sistem pengelolaan tersebut mampu menyaring sedikitnya 30 persen timbulan sampah di tingkat desa. Sampah yang tersisa selanjutnya akan ditangani melalui fasilitas pengelolaan yang disiapkan pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, pemerintah daerah juga merencanakan penguatan sistem pengelolaan sampah di tiga wilayah. Wilayah Jereweh, Maluk, dan Sekongkang diarahkan ke Benete dengan rencana pengelolaan yang mencakup pemilahan dan insinerator. Wilayah Taliwang, Brang Ene, dan Brang Rea diarahkan ke TPA Batu Putih, sedangkan Seteluk dan Poto Tano diarahkan ke Senayan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan melanjutkan pembentukan bank sampah di setiap desa, revitalisasi TPS 3R, penguatan edukasi lingkungan melalui sekolah, fasilitasi dan pendampingan pengelola bank sampah, serta pembangunan sistem pengelolaan sampah di wilayah yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut diharapkan membangun sistem pengelolaan sampah yang berjalan dari tingkat rumah tangga dan desa hingga fasilitas pengolahan, sekaligus mengubah sampah menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01


0 Komentar