KONI KSB Kecewa Berat, Venue Kick Boxing Porprov NTB Dicoret dari Sumbawa Barat

Sumbawa Barat - Reportase7.com

Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KONI KSB) marah besar, lantaran batal menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) khusus Kick Boxing, sementara persiapan sudah sangat matang.

Andi Laweng, M.H, selaku ketua KONI KSB menjelaskan bahwa dirinya kaget setelah mendengar adanya usulan dari pengurus provinsi NTB Kick Boxing agar dilakukan pemindahan venue atau lokasi pelaksanaan Porprov Cabang Olahraga (Cabor) Kick Boxing, Rabu 08 Juli 2026.

“Jujur saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov cabor Kick Boxing,” tegasnya.

Masih keterangan Andi Laweng, informasi pemindahan lokasi itu sendiri telah ditindaklanjuti dirinya dengan bertemu pengurus Kick Boxing KSB, agar dirinya bisa mendapatkan informasi yang pasti tentang hal tersebut. 

“Saya sudah meminta penjelasan dari ketua Kick Boxing KSB dan mengetahui dasar pemindahan lokasi pelaksanaan porprov itu sendiri,” lanjutnya.

Diingatkan Andi Laweng, penetapan KSB sebagai tuan rumah pelaksanaan Porprov memakan waktu yang cukup panjang, termasuk verifikasi lapangan itu sendiri, namun kenapa tiba-tiba dipindahkan hanya permintaan dari pengurus Kick Boxing provinsi NTB. 

“KONI NTB harus pahami prosedur awal untuk penetapan lokasi pelaksanaan porprov, jadi tidak bisa serta merta dengan menyetujui pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov,” sesalnya.

Dikesempatan itu Andi Laweng juga mengaku sangat dirugikan atas rencana pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov untuk cabor Kick Boxing, karena pihaknya telah mengeluarkan anggaran besar untuk persiapan awal, termasuk pembelian material yang akan dipergunakan saat pelaksanaan Porprov. 

“Saya juga sangat kecewa dengan alasan Kick Boxing NTB untuk memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” timpalnya.

Sementara Santri Yusmulyadi, ST selaku ketua Kick Boxing KSB mengaku sangat kecewa dengan keputusan pengurus provinsi untuk memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov. 

“Saya sendiri kaget dipecat sebagai pengurus Kick Boxing disaat sedang mempersiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan Porprov. Dengan arogan juga ketua Kick Boxing NTB memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” akunya.

Santri sapaan akrabnya mengakui bahwa persoalan ini lebih disebabkan kebijakan anggaran, dimana dirinya bersama KONI KSB tidak menyerahkan anggaran pelaksanaan Porprov, sebab kebijakan anggaran pemerintah KSB harus dilaksanakan oleh KONI bersama cabor daerah. 

“Kenapa anggaran harus diberikan ke Kick Boxing NTB, sementara pelaksanaan di KSB,” urainya.

Tentang alasan pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov, Santri mengingatkan bahwa itu sangat menyinggung perasaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri, karena salah satu alasan yang terkuak adalah persoalan keamanan. 

“Ingat ya, KSB tercatat sebagai daerah Zero horizontal konflik atau kabupaten yang dinyatakan paling aman di NTB,” urainya.

Santri dikesempatan itu menegaskan, pemecatan dirinya sebagai ketua Kick Boxing KSB tidak akan mengurangi semangat dirinya mendampingi atlet Kick Boxing yang siap berlaga pada Porprov NTB mendatang. 

“Saya tidak gila menjadi ketua Cabor, tetapi semangat mengejar target perolehan medali tidak boleh surut meskipun dipindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” janjinya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01