Dinas Kesehatan Lombok Timur Capai 35% Target CKG PHTC, Menuju 100% Skrining Gratis 2026

Lombok Timur - Reportase7.com

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG),yang dilaksanakan melalui Puskesmas dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mencapai 30,% pada capaian tahun 2025.

Program ini yang menjadi bagian dari Program Hukum Terbaik Cepat (PHTC) Presiden terus menunjukkan kemajuan pesat di Lombok Timur. Diluncurkan resmi pada 10 Februari 2025, inisiatif ini telah menjadi andalan skrining kesehatan masyarakat secara masif.

Data Pada tahun 2025 mencatat capaian luar biasa  dari target 36%, Lombok Timur berhasil meraih 35% atau lebih dari 500 ribu jiwa dari total 1,4 juta penduduk. Prestasi ini menempatkan Lotim berada di posisi terhormat dibanding kawasan lain di NTB, bahkan masuk 10 besar nasional.

"Alhamdulillah, kita bisa mencapai 35 persen. Itu kebijakan pusat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. L. Aries Fahrozi, M.Kep, saat ditemui di kantornya, Kamis 26 Februari 2026.

Untuk 2026, target dinaikkan menjadi 46% atau sekitar 600 ribu orang. "Kita usahakan supaya bisa tercapai 46 persen. Lombok Timur termasuk yang progresnya bagus, hingga kita capai 100 persen," tambahnya, mengikuti arahan pusat. 

CKG kata Aries walnya terbatas pada empat kelompok yakni warga saat ulang tahun, ibu hamil, anak sekolah awal tahun ajaran, serta kelompok prioritas kini CKG terbuka untuk semua warga.

 "Silakan cek secara gratis di Puskesmas dan Posyandu, bukan rumah sakit. Syaratnya sederhana, cukup bawa KTP, tak peduli punya BPJS atau tidak," jelas Aries.

Strategi "jemput bola" diterapkan tim kesehatan, turun langsung ke masyarakat melalui Posyandu atau acara masal. CKG fokus pada pemeriksaan awal sederhana antara lain anamnesis deteksi risiko diabetes (DM), hipertensi, kanker, plus tes darah dasar seperti gula darah dan kolesterol.

Hasil langsung disampaikan dengan edukasi pola hidup sehat untuk pencegahan. "Misalnya gula darah agak tinggi, kita edukasi supaya jangan sampai jadi DM pola makan dan hidupnya diubah," terangnya.

Penanganan lanjutan berbayar di rumah sakit jika diperlukan.  Ia berharap mencakup 100% penduduk Indonesia. Mari  masyarakat Lotim ramaikan CKG kesehatan awal kunci masa depan sehat.

Pewarta: RS
Editor: R7 - 01