(Foto: Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz, S. Hi., MH dan ketua panitia H. Muhammad Amin)


Mataram - Reportase7.com

Rapat kerja pimpinan tingkat satuan kerja dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB secara resmi ditutup oleh Kepala Kanwil Kemenag H. Zamroni Aziz, S. Hi., MH, bertempat di Ballroom Hotel Lombok Raya, Kamis (23/02/2023).

H. Muhammad Amin selaku ketua panitia mempunyai catatan khusus terkait pelaksanaan rapat kerja yaitu rapat kerja berjalan dengan lancar bersama narasumber dari Sekjen Kemenag RI, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Kepegawaian dan Kanwil DJPB Prov NTB.

Rapat Komisi I, II dan III yang sudah diplenokan berjalan dengan lancar, dan telah menghasilkan dokumen yang akan diserahkan kepada Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB.

Plt. Kabag TU juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan dengan baik dari setiap sesi dan sesuai dengan 9 rekomendasi oleh SEKJEN bahwa raker Kemenag NTB linier dengan hasil rekomendasi rakernas yang diputuskan di Surabaya dan semua Kementerian Agama Kabupaten/Kota Provinsi NTB.

Kemenag NTB telah siap menindaklanjuti dengan mengambil langkah-langkah strategis dan rekomendasi rakernas sesuai dengan tugas dan fungsi serta menjadi salah satu akselerasi moderasi agama. Dan Kementerian Agama adalah pelopor moderasi beragama terus serta tetap dibumikan di NKRI tercinta, ungkapnya.

Penyerahan naskah dokumen dan hasil rapat pleno oleh perwakilan rapat komisi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB. H. Zamroni Aziz, S. Hi., MH, secara khusus menyampaikan apresiasi, dan ucapan terima kasih kepada tim kreatif Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB yang telah menyukseskan acara Raker Tahun 2023 dengan berjalan lancar.

Dan sebagai evaluasi kedepannya, kegiatan raker bisa menghadirkan peserta mulai dari kepala KUA dan MIN.

"Rapat kerja yang sekarang adalah rapat kerja yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain pasti akan mengeluarkan banyak biaya dan anggaran yang besar, akan tetapi rapat kerja di kementerian Agama NTB menggunakan SDM yang ada dengan hasil yang luar biasa dan sangat kami apresiasi," ungkap H. Zamroni Aziz.

Mantan Kemenag Lombok Tengah ini juga menyampaikan bahwa yang menjadi penekanan pada raker tahun ini adalah turunan dari rakernas, sehingga sudah membuat turunan yang sudah ada dan tahun ini adalah tahun toleransi.

Maka Kementerian Agama mulai dari tingkat kanwil sampai ke tingkat madrasah, para guru harus bisa menjadi pioner-pioner Kemenag. Mendengungkan moderasi beragama di tengah–tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, dimulai dari tempat kerja kita masing-masing khususnya kanwil, dalam lingkungan kita, dalam kantor kita, termasuk dalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari.

"Kami berharap ASN Kemenag menjadi pioner dan menjadi penyejuk ditengah-tengah masyarakat. Seperti yang dilaksanakan pada rapat kerja dengan dilaksanakan pembacaan do’a oleh seluruh tokoh masing-masing agama dan itu mendapatkan banyak apresiasi," lanjutnya.

Moderasi sangat diutamakan, diminta kepada seluruh peserta yang hadir pada raker ini agar menyampaikan data relawan moderasi (RELASI) dan direncanakan akan berkoordinasi dengan pusat. Para relawan moderasi beragama akan diberikan seragam dan segera dikukuhkan.

Berdasarkan data jumlah dusun di provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 1.150 dusun x 2 relawan maka akan terbentuk 2.300 orang relawan moderasi beragama. Pengukuhan Relasi Kemenag Prov. NTB direncanakan akan dibarengi dengan rapat kerja Kanwil se Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan di NTB.

Perjanjian kerja yang ditanda tangani oleh seluruh satuan kerja juga harus bisa diteruskan dan diturunkan ke ASN yang paling bawah dan termasuk juga program-program kerja yang sudah dirumuskan di rapat kerja ini yang terdiri dari 9 rekomendasi harus dilakukan secara bersama-sama dan akan menjadi catatan untuk dilaksanakan secara maksimal di Nusa Tenggara Barat.

Diharapkan Kepada semuanya untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tupoksi-tupoksi yang ada, lakukan koordinasi yang baik mulai dari Kepala Kantor, kepala seksi, kepala madrasah agar bisa saling memahami dan saling mengetahui agar birokrasi berjalan dengan baik dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena kita terikat dengan struktur yang ada.

Seperti biasa, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB selalu melakukan evaluasi dengan melakukan pengecekan dan mengabsen peserta dari masing-masing kemenag kab/kota dan memerintahkan kepada kepala Kankemenag untuk mendata peserta yang masih mengikuti kegiatan sampai acara penutupan.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01