TfW5GSCoTpOpTSY0BUC9TUC8Gi==
0
    0
      Breaking News

      Tingkatkan Daya Saing Siswa, SMKN 1 Alas Gelar Sertifikasi Kompetensi Berlisensi BNSP


      Sumbawa — Reportase7.com

      Guna memastikan lulusannya siap diserap dunia kerja dan dunia industri (DUDI), SMKN 1 Alas menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi bagi para siswanya. Langkah strategis ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P3 Industri serta LSP Kelautan dan Perikanan yang berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

      ​Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo, mengungkapkan bahwa program sertifikasi ini diikuti oleh ratusan siswa kelas XII dari berbagai program keahlian yang ada di sekolah setempat. 

      ​"Sebanyak 270 siswa kelas XII mengikuti sertifikasi kompetensi berstandar BNSP melalui LSP Kelautan dan Perikanan, di mana SMKN 1 Alas bertindak langsung sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) sektor Kelautan dan Perikanan di Nusa Tenggara Barat (NTB)," ujar Budi, Sabtu, (24/10/2026). 

      ​Ia merincikan, sertifikasi tersebut mencakup jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, Agribisnis Perikanan Air Tawar, serta Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan. 

      ​Sementara itu, khusus untuk jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga, pihak sekolah menjalin kerja sama dengan Enam Delapan Maritime Training Center untuk Diklat  mengeluarkan sertifikat standar internasional IMO Basic Safety Training (BST). Adapun untuk Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), SMKN 1 Alas bermitra dengan LSP P3 Industri. 

      ​Standar Penilaian Objektif dan Ketat 

      ​Pimpinan Maspion IT sekaligus CEO AMIGROUP Jejaring LSP-P3 Industri, Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT, menegaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi dirancang untuk memastikan keseimbangan antara pengetahuan teori, keterampilan praktis, dan sikap kerja (work attitude) sesuai standar industri. 

      ​"Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengakuan formal atas kompetensi siswa. Kami ingin lulusan SMKN 1 Alas tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga bukti otentik bahwa keahlian mereka telah diakui oleh dunia usaha dan dunia industri," kata Okky, Sabtu (24/10/2026). 

      ​Okky menambahkan, program keahlian Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi (TKJ) di SMKN 1 Alas memiliki peran vital dalam mendukung potensi ekonomi regional di Kabupaten Sumbawa yang kian berkembang ke arah digitalisasi. 

      ​Untuk menjamin kualitas lulusan, skema ujian menggunakan kualifikasi Junior Network Administrator yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta standar industri internasional. Penilaian dilakukan secara langsung dan objektif oleh asesor berwenang melalui demonstrasi praktik, observasi proses kerja, wawancara, hingga verifikasi portofolio. 

      ​"Penilaian di sini tidak menggunakan angka numerik biasa, melainkan keputusan Kompeten (K) atau Belum Kompeten (BK). Siswa harus memenuhi seluruh unit kompetensi. Jika belum, terdapat prosedur asesmen ulang dari LSP," tegasnya. 

      (Foto: Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT
      - Pimpinan Maspion IT
      - CEO AMIGROUP Jejaring LSP-P3 Industri
      - ⁠Asesor Nasional LSP P3 Industri BNSP) 

      ​Sarana Matang dan Indikator Serapan Kerja 

      ​Materi pengujian sendiri mencakup empat aspek utama: 
      1. Pengetahuan Teknis: Pemahaman prosedur kerja, standar mutu, dan prinsip keselamatan. 
      2. Keterampilan Praktis: Kemampuan menyelesaikan tugas teknis sesuai SOP. 
      3. ​Sikap Kerja dan K3: Kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 
      4. Pemenuhan Bukti Kompetensi: Kelengkapan portofolio unjuk kerja. 

      ​Guna mendukung kelancaran asesmen, SMKN 1 Alas telah menyiapkan sarana laboratorium, bengkel praktik, dan fasilitas TUK yang telah memenuhi standar kelayakan K3 serta kelengkapan peralatan kerja yang presisi. 

      ​Okky menekankan bahwa sertifikat kompetensi akan menjadi nilai tawar (bargaining power) yang kuat saat lulusan melamar pekerjaan, mengikuti rekrutmen, maupun berwirausaha. Namun, keberhasilan program tetap harus diukur melalui indikator jangka panjang. 

      ​"Keberhasilan program ini nantinya diukur melalui data nyata: persentase siswa yang dinyatakan kompeten, jumlah lulusan yang terserap di perusahaan mitra, kejelasan waktu tunggu kerja, hingga jumlah alumni yang sukses berwirausaha atau melanjutkan pendidikan," pungkasnya.

      Pewarta: Yola/Wiwik
      Editor: R7 - 01

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post

      Info

      Info
      • Jl. TGH Faisal No. 102 Turida, Mataram, NTB
      • +62 823 4177 7795
      • reportase7.com