Akses Makin Lancar, Bupati KSB Genjot Optimalisasi Bandara AMMAN Poto Tano
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., menghadiri kegiatan diskusi bersama West Sumbawa Hotel Association (WSHA) yang membahas rencana pemanfaatan transportasi udara melalui Bandara Amman Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Bandara Amman Poto Tano tersebut menjadi ruang bersama bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, pengelola bandara, pihak investor, serta para pelaku usaha perhotelan untuk membahas langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan bandara bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
Direktur PT Investor Angkasa Jaya Nusa, Andnjar Wibawa Nun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sengaja diinisiasi sebagai forum diskusi untuk membangun kesamaan pandangan, khususnya bersama para pelaku usaha hotel sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata.
“Sebagai fasilitator dalam diskusi ini, kami mengucapkan terima kasih. Kita harus bekerja sama. Ke depan bagaimana Bandara AMMAN Poto Tano ini bisa termanfaatkan dalam rangka membangun ekonomi Sumbawa Barat. Semua pihak bisa terlibat, dari AMMAN, pemerintah daerah dan pengusaha hotel,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua West Sumbawa Hotel Association (WSHA), Henry Horthy, turut menyampaikan pandangannya mengenai prospek kerja sama ke depan antara pelaku usaha perhotelan, pemerintah daerah, pengelola bandara dan berbagai pihak terkait.
Henry menjelaskan bahwa dari pengalaman yang ada, keberadaan akses penerbangan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Menurutnya, kemudahan akses transportasi udara akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama di Kabupaten Sumbawa Barat.
Karena itu, WSHA melihat keberadaan Bandara Amman Poto Tano sebagai sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama. Para pelaku usaha perhotelan siap menjadi bagian dari proses tersebut, terutama dalam membangun ekosistem pariwisata yang saling mendukung antara sektor transportasi, akomodasi dan destinasi wisata.
Menurut Henry, kerja sama ke depan tidak hanya berbicara mengenai operasional penerbangan, tetapi bagaimana seluruh pelaku usaha pariwisata dapat bersama-sama menciptakan paket dan pengalaman wisata yang mampu meningkatkan daya tarik Sumbawa Barat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi sejak awal antara pemerintah daerah, pengelola bandara, pelaku perhotelan dan pihak-pihak lainnya agar rencana pengoperasian penerbangan komersial dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasi atas inisiatif WSHA dan pihak terkait yang telah membuka ruang diskusi tersebut.
“Terima kasih karena kegiatan ini sudah bisa diinisiasi. Ini menjadi momentum yang penting untuk memastikan pariwisata kita dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Bupati.
Bupati menegaskan bahwa salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata dan investasi di Sumbawa Barat selama ini adalah keterbatasan akses. Kondisi tersebut membuat potensi kunjungan ke daerah belum dapat berkembang secara optimal.
“Kalau aksesnya sulit, maka kunjungan ke Sumbawa Barat juga masih sangat terbatas. Kita sulit berkembang karena keterbatasan akses,” ungkapnya.
Karena itu, keberadaan Bandara Amman Poto Tano dinilai menjadi peluang strategis untuk membuka konektivitas yang lebih baik sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati menjelaskan, secara prinsip berbagai tahapan yang berkaitan dengan perizinan telah berjalan. Untuk pemanfaatan bandara sebagai bandara umum, sejumlah persyaratan juga telah diselesaikan dan saat ini berada pada tahap finalisasi keputusan di Kementerian Perhubungan.
“Target kita pada 20 November, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat, sudah ada pesawat yang landing,” tegasnya.
Bupati optimistis, apabila konektivitas udara tersebut dapat direalisasikan, maka dampaknya akan terasa terhadap berbagai sektor, khususnya pariwisata, perhotelan, perdagangan dan investasi.
“Kita bayangkan investasi akan berkembang. Dengan adanya bandara ini, ekonomi kita bisa meningkat berkali-kali lipat,” ujarnya.
Menurut Bupati, pengembangan Bandara Amman Poto Tano juga harus menjadi bagian dari strategi membangun sumber-sumber ekonomi baru di Sumbawa Barat. Daerah tidak boleh terlalu bergantung pada sektor pertambangan, tetapi harus mulai memperkuat sektor-sektor ekonomi lainnya, termasuk pariwisata.
“Kita harus membangun ekonomi baru. KSB berkembang luar biasa, tetapi kita tidak boleh terlalu terikat dengan tambang. Kita harus mulai membangun sumber ekonomi lainnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para pelaku usaha hotel untuk mengambil bagian dalam proses awal pengoperasian bandara. Menurutnya, salah satu kunci agar rencana penerbangan komersial dapat berkembang adalah adanya kepastian potensi keterisian penumpang.
“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mengawali. Dari sisi pemerintah, ada potensi perjalanan dinas yang bisa kita hitung dengan tepat. Bahan diskusi kita adalah bagaimana potensi-potensi keterisian ini bisa kita bangun dan kita pelajari mekanismenya, sehingga nantinya bisa menjadi bahan untuk kita tawarkan kepada maskapai,” jelasnya.
Bupati berharap seluruh pihak dapat membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. Bahkan, menurutnya, penerbangan dapat diawali dengan pesawat berkapasitas tidak terlalu besar sebagai langkah awal untuk membangun pasar penerbangan dari dan menuju Sumbawa Barat.
“Mungkin kita mulai dengan pesawat yang tidak terlalu besar. Semoga kita bisa membuktikan bahwa sekian banyak hotel mendukung untuk operasi bandara ini. Setelah itu kita kembangkan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengoperasian bandara akan membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dunia usaha, termasuk AMMAN dan para pelaku usaha perhotelan.
“Kalau kita bisa berkolaborasi bersama, saya sangat optimis ini akan cepat termanfaatkan. Kalau bandara sudah jalan, saya berani mensuport infrastruktur pendukung,” ungkap Bupati.
Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan terkait operasional bandara yang disampaikan oleh Pradono dan Sutarmin. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama para pengusaha hotel yang tergabung dalam WSHA.
Para peserta terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan, terutama terkait kesiapan operasional, peluang penerbangan komersial, potensi penumpang, serta dukungan sektor perhotelan terhadap keberadaan bandara.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan tur keliling kawasan Bandara Kertasari yang diikuti langsung oleh Bupati Sumbawa Barat bersama para peserta diskusi.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan keberadaan Bandara Amman Poto Tano sebagai pintu masuk baru bagi wisatawan, investor dan pelaku usaha, sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Sumbawa Barat secara berkelanjutan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca Juga:


Posting Komentar