Poto Tano Menuju Pusat Hortikultura Baru KSB, Bupati Amar Nurmansyah Panen Perdana Melon Hidroponik
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa Barat - Reportase7.com
Kecamatan Poto Tano kini tengah bersiap melepas citra lamanya yang hanya sekadar pintu gerbang penyeberangan. Wilayah di ujung barat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini mulai diarahkan menjadi pusat hortikultura modern. Optimisme tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, saat melakukan panen perdana melon hidroponik sistem Machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, Jumat (27/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, empat varietas melon unggulan yakni Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender berhasil dipanen dengan kualitas yang memuaskan. Bupati menyampaikan bahwa keberhasilan demplot ini merupakan langkah awal dari visi besar menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah.
"Ini adalah implementasi nyata dari program 'KSB Maju Luar Biasa'. Kita ingin sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh," ujar Bupati Amar di sela-sela kegiatan panen.
Meski menunjukkan hasil positif, Bupati mengingatkan agar pengembangan hortikultura tidak hanya terpaku pada proses produksi. Ia menekankan pentingnya membaca peluang pasar yang selama ini masih banyak diisi oleh komoditas dari luar daerah.
"Pasar sudah terbuka lebar, namun belum sepenuhnya kita isi dengan produk lokal. Saya meminta jajaran terkait segera memetakan kelompok tani. Usaha yang dikembangkan harus berbasis kebutuhan pasar dan memiliki orientasi bisnis yang jelas," tegasnya.
Pemerintah Daerah juga mendorong perubahan paradigma bertani, dari metode tradisional menuju pertanian modern yang bernilai ekonomi tinggi. Hal ini mencakup aspek pengemasan (packaging) produk agar mampu bersaing di pasar ritel.
Terkait dukungan sarana prasarana, Bupati memastikan bahwa bantuan alat pertanian akan dikelola secara komunal melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Skema ini diterapkan agar seluruh petani dapat merasakan manfaat teknologi secara merata dan menghindari kecemburuan sosial antar kelompok.
Ke depan, Poto Tano diproyeksikan tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga destinasi Agrowisata Berbasis Hortikultura. Konsep ini akan menggabungkan ekosistem produksi, edukasi bagi masyarakat, dan daya tarik wisata dalam satu kawasan terpadu.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung sarana dan anggaran, selama para petani menunjukkan keseriusan dan konsistensi dalam mengelola potensi yang ada.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar