(Foto: Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto dan Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz saat safari Ramadhan di Masjid Jami' Nurul Hikmah Kecamatan Pemenang KLU)


Lombok Utara - Reportase7.com

Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Djoko Poerwanto kembali melakukan Safari Ramadhan 1444 Hijriah, namun Safari Ramadhan yang dilakukan bersama dengan Kakanwil Kemenag NTB kali ini ada yang berbeda dari biasanya. (13/04/2023)

Pasalnya, dimana kedua pejabat tersebut selain berkunjung ke Masjid Jami' Nurul Hikmah, namun juga  mengunjungi Vihara Jaya Wijaya, di wilayah Kecamatan Pemenang , Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kesempatan tersebut kedua pejabat itu terlebih dahulu mendatangi vihara  dan menyempatkan berdialog dengan ummat Buddha.

Dalam dialognya, Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto mengatakan bahwa, Polda NTB dengan Kemenag serta seluruh FKPD Lombok Utara ingin lebih mengenal dekat  masyarakat yang ada di Lombok Utara, karena dalam menjaga situasi kamtibmas sangat diperlukan komunikasi yang baik dengan semua pihak.

"Kami menyapa secara langsung agar kami tidak hanya mengenal melalui informasi yang ada, tetapi melalui dialogis silaturahmi seperti ini, sebab Kita semua mempunyai peran dan tanggung jawab bersama yakni menjaga situasi aman dan nyaman," ucapnya.

Jenderal bintang dua tersebut  juga menyampaikan  terimakasih atas sambutan dan jamuan yang telah diberikan oleh ummat Budhis.

"Kedepan ini dapat menjadi bekal untuk bisa lebih baik lagi guna memberikan kemanfaatan bagi sesama," harapnya.

Demikian juga  hal senada disampaikan oleh Kapolda saat berada di  masjid Jami' Nurul Hikmah.


Dimana Kapolda berharap kepada seluruh pihak untuk bersama sama bekerja sama  saling melengkapi untuk menjaga situasi aman dan nyaman.

"Tetap jaga komunikasi, optimis dan berani menerima tantangan agar semua masalah bisa kita hadapi bersama dan nantinya bisa memberikan kemanfaatan bagi sesama," ungkapnya

Mengakhiri sambutannya, Irjen Djoko juga berpesan agar selalu menjaga perbedaan dalam kebersamaan sebab menurutnya perbedaan bukanlah suatu alasan untuk tidak bersama sama menjaga situasi aman dan nyaman.

"Perbedaan menjadi satu kekuatan bagi kita untuk memudahkan kita semua dalam berkomunikasi dengan seluruh pihak untuk bersama sama menjaga situasi tetap aman dan nyaman," pungkasnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01