TfW5GSCoTpOpTSY0BUC9TUC8Gi==
0
    0
      Breaking News

      SMK Go Global Dorong Lulusan SMK NTB Tembus Pasar Kerja Internasional

      SMK Go Global Dorong Lulusan SMK NTB Tembus Pasar Kerja Internasional

      Mataram — Reportase7.com

      Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong untuk meningkatkan kompetensi dan menembus pasar kerja internasional melalui program “SMK Go Global”.

      Program pemerintah tersebut menargetkan penempatan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) hingga 2029, dengan sekitar 300.000 orang di antaranya ditargetkan berasal dari lulusan SMK.

      Program itu disosialisasikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas Pasar Kerja Luar Negeri dan “SMK Go Global” yang digelar di SMK Negeri 3 Mataram, Kamis 03 September 2026.

      Kegiatan yang diselenggarakan KP2MI bersama BP3MI NTB dan SMK Negeri 3 Mataram tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pelatihan, siswa, alumni, hingga masyarakat.

      Direktur Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri KP2MI, Sri Mulyani, mengatakan peluang kerja di luar negeri masih terbuka luas. Berdasarkan data SIP2MI per 1 Agustus 2026, tercatat sebanyak 296.621 lowongan kerja, namun baru sekitar 25,8 persen yang telah terisi.

      “Artinya, peluang kerja luar negeri masih sangat terbuka. Yang perlu dipersiapkan adalah kompetensi dan kesiapan calon pekerja agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional,” ujarnya.

      Target penempatan CPMI tersebut dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

      Para calon pekerja akan disiapkan untuk mengisi berbagai sektor pekerjaan, mulai dari kesehatan, manufaktur, teknik, hospitality, pariwisata, pertanian, perikanan, konstruksi, transportasi hingga sektor kelautan.

      Adapun sejumlah negara yang menjadi tujuan penempatan antara lain Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jerman, Italia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar.

      Tidak hanya keterampilan teknis, program peningkatan kapasitas juga membekali peserta dengan kemampuan bahasa asing, komunikasi, pemahaman budaya kerja, kemampuan beradaptasi, keselamatan kerja, hingga pemahaman terhadap kontrak dan perlindungan pekerja.

      Program peningkatan kapasitas tersebut diberikan tanpa biaya bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

      SMK Dituntut Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

      Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Sulman Haris, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan agar mampu bersaing di pasar kerja global.

      Menurutnya, SMK tidak cukup hanya mencetak lulusan yang memiliki keterampilan sesuai bidang keahlian. Lulusan juga harus memiliki kemampuan bahasa, sertifikasi kompetensi, wawasan budaya kerja dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.


      SMK Negeri 3 Mataram sendiri mengembangkan program Kelas Vokasi Mendunia (Kevo Mendunia) sebagai bagian dari program PSMK NTB. Salah satu fokusnya adalah penguatan kemampuan bahasa Jepang dengan melibatkan alumni yang telah bekerja di Jepang.

      Sekolah juga terus membangun kemitraan dengan perusahaan asal Jepang guna memperluas akses dan peluang kerja bagi lulusan SMK sebagai pekerja migran profesional.

      “Lulusan SMK harus kita siapkan tidak hanya untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kompetensi ketika peluang kerja terbuka di tingkat internasional,” kata Sulman.

      BP3MI Ingatkan Migrasi Aman

      Sementara itu, Kepala BP3MI NTB, Kadir, mengingatkan masyarakat, khususnya calon pekerja migran, agar mengikuti seluruh proses penempatan melalui jalur resmi.

      Ia menekankan pentingnya memahami konsep migrasi aman, termasuk memastikan adanya kontrak kerja yang jelas serta jaminan perlindungan selama proses bekerja di luar negeri.

      Calon pekerja migran juga diminta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar melalui jalur tidak resmi.

      Masyarakat diminta mewaspadai keberadaan calo maupun penipuan lowongan kerja daring yang berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

      “Pastikan seluruh proses dilakukan secara resmi. Jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang tidak jelas, terutama yang datang melalui media sosial atau pihak yang mengaku sebagai agen,” tegasnya.

      Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BP3MI NTB mencatat layanan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) dan pendataan PMI mencapai 18.316 orang. Sejumlah negara tujuan di antaranya Malaysia, Jepang, Brunei Darussalam dan Singapura.

      Melalui program “SMK Go Global”, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah, pemerintah, dunia usaha dan lembaga pelatihan.

      Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa asing serta pemahaman mengenai migrasi aman, sehingga mampu bersaing dan mendapatkan peluang kerja yang lebih luas di pasar global.

      Dengan demikian, lulusan SMK NTB tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi diharapkan mampu menjadi tenaga kerja terampil dan profesional yang siap bersaing di tingkat internasional.

      Pewarta: Red
      Editor: R7 - 01

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post
      Ads
      Ads
      Ads

      Info

      Info
      • Jl. TGH Faisal No. 102 Turida, Mataram, NTB
      • +62 823 4177 7795
      • reportase7.com