APRI Sumbawa: Jangan Ada Lagi Korban, Tambang Ilegal Lantung Harus Ditutup
Sumbawa - Reportase7.com
Ketua DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Ansari, SH, atau akrab disapa Bang Ansor, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Minggu 06 September 2026.
Bang Ansor mendesak Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera turun tangan, menghentikan serta menutup aktivitas pertambangan tersebut apabila terbukti tidak memiliki perizinan yang sah.
“Jangan sampai korban kembali berjatuhan. Pemerintah harus segera turun, melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menutup kegiatan jika terbukti ilegal.” tegasnya.
Menurut Bang Ansor, APRI telah melakukan investigasi lapangan dan menemukan sedikitnya dua area aktivitas pertambangan, yakni Lawang Tua dan Mako. Pihaknya juga menemukan puluhan tenaga kerja asing (TKA) yang diduga berasal dari China di lokasi.
“Ini sangat mengejutkan kami. Aktivitasnya terlihat masif dan terstruktur. Jika benar terdapat TKA yang bekerja di sana, legalitas serta status ketenagakerjaannya juga harus diperiksa.” ujarnya.
Bang Ansor mengungkapkan pihaknya menduga terdapat sedikitnya empat mata rantai yang membuat aktivitas tersebut tetap berjalan, yakni oknum pejabat di lingkungan Polda, pemilik lahan, penyokong dana atau donatur, serta pihak yang diduga berperan sebagai pengaman atau kartel.
Ia menyebut terdapat pihak berinisial A, ME dan E yang menurut informasi yang diterima APRI diduga berkaitan dengan jaringan pengamanan tersebut.
“Kami menyampaikan ini sebagai dugaan yang harus dibuktikan. Kami tidak ingin menuduh tanpa dasar. Justru kami meminta aparat melakukan penyelidikan secara transparan untuk membuktikan siapa pengelola, pemodal, pemilik lahan dan pihak yang diduga memberikan perlindungan.” kata Bang Ansor.
Ia juga meminta dugaan keterlibatan oknum aparat maupun pihak lain diperiksa secara profesional. Jika terbukti, penindakan tidak boleh hanya menyasar pekerja di lapangan, tetapi harus sampai kepada aktor utama dan pihak yang membiayai serta mengamankan kegiatan tersebut.
“Kalau benar kegiatan ini ilegal dan berlangsung secara masif, bagaimana bisa berjalan tanpa diketahui? Siapa yang membiayai dan siapa yang mengamankan? Semua harus dibongkar. Jangan tunggu korban berikutnya.” tegasnya.
APRI Sumbawa berharap tragedi di Lantung menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban menyeluruh serta memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum.
“Nyawa manusia jangan menjadi harga yang harus dibayar akibat pembiaran. Pemerintah harus hadir, tegas, transparan dan tidak tebang pilih.” pungkas Bang Ansor.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0 Komentar