Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan

Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut

Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut

Sumbawa Barat - Reportase7.com

Program Agribisnis Peternakan Sapi yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan perkembangan di lapangan. Program yang dilaksanakan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat tersebut saat ini mencakup pembangunan sarana peternakan, penyediaan sumber air, pengembangan lahan pakan hijauan, serta fasilitas pengolahan limbah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan perkembangan pelaksanaan Tahun Anggaran 2026, realisasi fisik program secara keseluruhan telah mencapai 62,32 persen, sedangkan realisasi keuangan berada pada kisaran 18,89 persen.

“Secara umum progres program agribisnis peternakan sapi terus bergerak. Realisasi fisik sudah mencapai 62,32 persen. Ini menunjukkan bahwa kegiatan di lapangan terus berjalan, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu kita tuntaskan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan,” ujar Jamilatun, Minggu 16 Agustus 2026.

Menurutnya, pembangunan kandang ternak menjadi salah satu pekerjaan yang terus dikebut di sejumlah lokasi. Beberapa kelompok telah memasuki tahap pemasangan rangka dan atap, sementara lokasi lainnya masih berada pada tahap pondasi dan pemasangan tiang.

Di HKM Batu Dulang, pembangunan kandang telah memasuki tahap pemasangan atap. Sementara KTT Budisari dan KTT Mako Aji juga telah berada pada tahapan pemasangan atap dan rangka bangunan. Di KTT Burely Farm, pembangunan kandang memasuki tahap penyelesaian atap, sedangkan KTT Liang Nadolle masih dalam proses pemasangan kerangka atap.

Jamilatun menjelaskan, selain kandang, ketersediaan air juga menjadi bagian penting dalam mendukung kawasan peternakan.
Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian rumah mesin dan instalasi pendukung.

“Air merupakan bagian yang sangat penting dalam pengembangan kawasan peternakan. Karena itu, pembangunan sumur bor dan sarana pendukungnya menjadi bagian yang kita kawal agar nantinya dapat menunjang kebutuhan ternak maupun pengembangan pakan hijauan,” jelasnya.

Pada aspek pengembangan pakan, sejumlah lokasi menunjukkan pertumbuhan rumput yang cukup baik. KTT Mako Aji mencatat persentase hidup rumput sebesar 95 persen, KTT Liang Nadolle 95,56 persen, dan KTT Budisari 84,86 persen. Namun, beberapa lokasi lainnya masih membutuhkan pemeliharaan dan penguatan agar pertumbuhan pakan dapat lebih optimal.

“Kita tidak hanya berbicara tentang kandang dan ternaknya, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan pakan. Karena itu, pengembangan rumput menjadi salah satu perhatian penting dalam program ini. Kita ingin kawasan peternakan memiliki dukungan pakan yang cukup dan berkelanjutan,” kata Jamilatun.

Untuk mendukung pertumbuhan hijauan pakan, Dinas Pertanian juga telah menyalurkan pupuk urea kepada sejumlah kelompok penerima. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman pakan di masing-masing kawasan.

Sementara itu, aspek pengelolaan limbah juga mulai dikembangkan sebagai bagian dari sistem agribisnis peternakan yang lebih terpadu. Di sejumlah lokasi, pembangunan fasilitas pengolahan limbah telah memasuki tahapan pondasi, pengecoran tiang hingga pemasangan kerangka atap.

Jamilatun menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh lokasi pelaksanaan program. Hal ini penting untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana serta kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami akan terus melakukan monitoring. Yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih membutuhkan perhatian akan kita dorong dan kawal agar progresnya semakin baik. Harapan kita, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan peternakan di Sumbawa Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Program Agribisnis Peternakan Sapi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat membangun sektor peternakan secara lebih terintegrasi. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada penyediaan ternak, tetapi juga mencakup infrastruktur kandang, sumber air, pakan hijauan dan pengelolaan limbah.

“Kita ingin membangun sistem peternakan yang tidak berdiri sendiri. Kandangnya tersedia, airnya tersedia, pakannya tersedia, dan limbahnya juga dapat dikelola. Dengan begitu, agribisnis peternakan sapi ini bisa berkembang secara berkelanjutan dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” pungkas Jamilatun.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca Juga:
Tersalin 👍
Redaksi
Redaksi
Reportase 7 merupakan portal berita yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya dari seluruh Nusantara.

Berita Terbaru

  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut
  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut
  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut
  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut
  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut
  • Pemkab KSB Genjot Program Agribisnis Sapi, Infrastruktur dan Pakan Ternak Dikebut

Posting Komentar

Iklan
Iklan