Mutu Pelayanan Ibu dan Anak Jadi Sorotan, Dinkes KSB Evaluasi Capaian Indikator KIA
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melalui bidang kesehatan masyarakat terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Evaluasi Desk Capaian Indikator Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berlangsung di Aula Bhakti Husada Dinas Kesehatan, Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sulastri, SKM, serta diikuti oleh Penanggung Jawab (PJ) Klaster II dan pengelola program KIA dari seluruh UPTD Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat. Evaluasi ini menjadi forum untuk melihat capaian indikator, melakukan verifikasi dan analisis data, mengidentifikasi kendala, serta menyusun tindak lanjut terhadap indikator yang belum mencapai target.
"KAK kegiatan memang menempatkan evaluasi, desk, verifikasi, validasi data, analisis kesenjangan dan penyusunan RTL sebagai fokus utama kegiatan," Sulastri.
Sulastri, SKM, menyampaikan bahwa Program KIA memiliki cakupan yang luas dengan 108 indikator, termasuk indikator yang menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) kinerja pimpinan daerah).
"Target yang menjadi perhatian adalah AKI sebesar 2 dan AKB sebesar 11. Hingga Juli 2026, Kabupaten Sumbawa Barat mencatat 0 kematian ibu dan 7 kematian balita," terangnya.
Menurutnya, upaya menekan AKI dan AKB sangat bergantung pada peningkatan mutu atau kualitas pelayanan serta kepatuhan petugas terhadap SOP. Karena itu, SDM pada Klaster II diharapkan memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai untuk mengoordinasikan berbagai persoalan KIA serta memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.
Salah satu perhatian dalam evaluasi adalah pemenuhan ANC 8 kali selama masa kehamilan. Untuk mendukung pencapaian target hingga 100 persen, koordinasi dengan TRC Ambulans perlu terus diperkuat agar akses ibu hamil terhadap pelayanan dapat semakin optimal.
Perhatian juga diberikan kepada ibu hamil risiko tinggi (bumil risti). PJ Klaster II diminta berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas untuk memastikan adanya RTL kunjungan rumah minimal satu kali selama masa kehamilan.
Selain itu, setiap Puskesmas diharapkan memiliki papan data bumil risti berbasis by name by address (BNBA) di ruang Kepala Puskesmas sebagai sarana pemantauan dan dasar tindak lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Puskesmas melakukan evaluasi terhadap indikator yang telah tercapai maupun yang masih mengalami kesenjangan. Untuk indikator yang belum mencapai target, pengelola program diminta segera berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas dan lintas program untuk menentukan langkah penyelesaian.
"Komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan dan mengambil keputusan. Melalui koordinasi yang baik, setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti sehingga pencapaian indikator KIA dapat terus ditingkatkan," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan data capaian yang valid, analisis permasalahan yang lebih jelas, rekomendasi perbaikan, serta rencana tindak lanjut yang spesifik dan terukur bagi setiap indikator yang belum mencapai target. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan dalam KAK untuk menghasilkan informasi program yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan tindak lanjut.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong seluruh Puskesmas untuk memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan, serta bekerja berbasis data dalam upaya mempertahankan capaian positif dan menekan angka kematian ibu, bayi dan balita.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan KIA. "Dengan koordinasi, komunikasi dan tindak lanjut yang konsisten, setiap indikator diharapkan dapat dicapai secara optimal demi terwujudnya ibu dan anak yang sehat serta pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca Juga:


Posting Komentar