Dugaan Penghinaan Terhadap Bupati Lombok Timur Menuai Kecaman, Mantan Senator NTB Haji Najamuddin Dukung Jalur Hukum
Lombok Timur – Reportase7.com
Gelombang dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lombok Timur terus mengalir terkait langkah hukum untuk melaporkan akun media sosial yang diduga menghina Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Dukungan kali ini datang dari Tokoh Masyarakat Lombok Timur yang juga mantan Senator/Anggota DPD RI utusan Nusa Tenggara Barat (NTB), Haji Najamuddin.
Haji Najamuddin secara tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah pelaporan tersebut. Menurutnya, tindakan hukum sangat penting diambil sebagai bentuk edukasi dan memberikan efek jera agar masyarakat bisa lebih bijak serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Ia menekankan bahwa dalam negara demokrasi, kritik terhadap jalannya pemerintahan adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara santun dan berbasis pada evaluasi kebijakan, bukan menyerang atau menghina pribadi seseorang secara personal.
"Kita tidak anti kritik. Kalau ada kebijakan yang dianggap kurang tepat, silakan dikritik. Tetapi jangan menghina pimpinan dengan kata-kata yang tidak pantas atau menyamakannya dengan makhluk lain. Itu bukan lagi kritik, melainkan penghinaan," ujar Haji Najamuddin saat memberikan keterangan kepada media, Senin 20 Juli 2026.
Sebagai bagian dari masyarakat Lombok Timur, Haji Najamuddin mengaku merasa keberatan apabila Kepala Daerah yang merupakan simbol daerah dihina dengan kata-kata yang merendahkan martabat manusia.
"Saya sebagai masyarakat juga merasa keberatan jika pimpinan daerah kita disamakan atau dikata-katai dengan makhluk lain. Perbedaan pendapat boleh, tetapi etika dan sopan santun harus tetap dijaga," tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar proses hukum terhadap pemilik akun media sosial tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas dinilai perlu agar media sosial tidak bertransformasi menjadi ruang bebas untuk menyebarkan ujaran kebencian yang merendahkan kehormatan orang lain.
Di akhir pernyataannya, mantan Senator NTB ini mengajak seluruh lapisan masyarakat Lombok Timur—baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda—untuk bersama-sama lebih bijak dalam bermedia sosial serta tetap mengedepankan budaya kritik yang membangun demi kemajuan daerah.
Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial yang diduga berisi penghinaan terhadap Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, sempat viral dan menjadi sorotan publik. Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan, di mana mayoritas pihak mendorong agar persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum jika terbukti memenuhi unsur tindak pidana, sekaligus sebagai pengingat batas jelas antara kritik kebijakan dan penghinaan personal.
Pewarta: RS
Editor: R7 - 01
Baca Juga:


Posting Komentar