Daftar Calon Ketua DPD Demokrat NTB, Dr. Gema Muzakir Siap Perkuat Konsolidasi dan Perluas Pengabdian kepada Masyarakat
Mataram – Reportase7.com
Dr. Gema Akhmad Muzakir, S.H., M.H., salah satu kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Kantor DPD Partai Demokrat NTB di kawasan Udayana, Kota Mataram, untuk menyerahkan berkas sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon ketua, Rabu 14 Oktober 2026.
Proses pendaftaran berlangsung lancar dan khidmat. Sebagai kader muda yang telah mengenal Partai Demokrat sejak 2005, Dr. Muzakir mengaku terpanggil untuk mengambil bagian dalam proses perubahan dan pengembangan partai ke depan.
Ia menegaskan, pencalonannya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memajukan Partai Demokrat di NTB. Meski demikian, ia menghormati seluruh kandidat yang akan mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) dan menyerahkan keputusan akhir kepada mekanisme partai.
“Demi kemajuan kita bersama, saya juga sebagai kader muda yang sejak 2005 mengenal Demokrat ingin sukses. Siapa pun yang terpilih nanti di Musda, itulah yang terbaik,” ujar Dr. Muzakir di sela-sela pendaftaran.
Ia berharap Musda DPD Partai Demokrat NTB yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat dapat berjalan tertib, lancar, dan aman, serta menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan masyarakat maupun aspirasi internal partai.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam kepengurusan partai merupakan kesempatan untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat. Selama ini, ia lebih banyak berkontribusi melalui profesinya sebagai advokat, khususnya dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya ingin terjun langsung, ingin berbuat lebih banyak dan lebih luas kepada masyarakat, serta ingin juga mengembangkan partai ini,” tegasnya.
Dr. Muzakir menilai kepemimpinan Partai Demokrat NTB saat ini telah berjalan, tetapi tetap membutuhkan peningkatan dan pembenahan organisasi agar semakin kuat, tertata, dan mampu menjawab tantangan politik ke depan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah keterwakilan Partai Demokrat di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Sumbawa. Ia menyoroti belum adanya anggota DPR RI dari Pulau Sumbawa yang berasal dari Demokrat serta belum adanya keterwakilan partai tersebut di DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
“Contohnya, anggota DPR RI dari Pulau Sumbawa itu kosong, anggota DPRD Sumbawa Barat juga kosong. Itu menjadi pekerjaan rumah ke depan agar memperkuat posisi bargaining Partai Demokrat, dari tingkat daerah hingga pusat,” ungkap advokat muda tersebut.
Menurutnya, penguatan organisasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari konsolidasi internal, peningkatan komunikasi antarkader, hingga membangun kedekatan dengan masyarakat. Dengan demikian, partai tidak hanya hadir dalam momentum politik tertentu, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pengabdian secara berkelanjutan.
Dr. Muzakir juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat merupakan rumah besar bagi seluruh kader untuk membangun karier politik sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan menghormati proses demokrasi dalam Musda. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam kontestasi organisasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Ini rumah besar kita. Siapa pun yang terpilih nanti, itulah pemimpin yang diamanahkan. Beda pilihan boleh, tetapi kita tetap bersatu, menjunjung tinggi nilai demokrasi, dan membawa misi agar Partai Demokrat menang dan berjaya di NTB,” terangnya.
Ia berharap seluruh tahapan Musda dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta menyatukan visi kader dalam membangun partai yang lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Dr. Muzakir menyampaikan bahwa apabila mendapat amanah untuk memimpin DPD Partai Demokrat NTB, langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar roadshow dan konsolidasi ke seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 10 kabupaten/kota se-NTB.
Konsolidasi tersebut, kata dia, tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi dan komunikasi antarkader, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Ke depan, jika saya diberi amanah, kita akan melakukan konsolidasi internal maupun eksternal. Yang lebih penting, kita harus mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat. Jangan hanya pada momen pemilihan saja kita mendatangi masyarakat,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah yang ingin dibawanya apabila terpilih, yakni memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jangkauan pengabdian, serta membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat NTB, seluruh kader diharapkan dapat menjaga suasana yang kondusif, menghormati mekanisme organisasi, dan menerima hasil musyawarah sebagai bagian dari proses demokrasi internal partai.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01


0 تعليقات