Video Viral Botol Bir Bintang, Ketua DPRD Lotim Pastikan Panggil Anggota Dewan Perindo
Lombok Timur - Reportase7.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, M. Yusri, memastikan akan memanggil seorang oknum anggota DPRD dari Partai Perindo yang diduga muncul dalam video viral di kawasan wisata pantai bersama sejumlah orang dan terdapat botol minuman beralkohol di atas meja.
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi secara langsung terkait video yang beredar melalui akun media sosial @yeyensafitri17. Dalam video singkat itu terlihat suasana di sebuah kawasan pantai, dengan botol minuman beralkohol merek Bir Bintang berada di atas meja, sementara sejumlah perempuan dan laki-laki terlihat duduk berhadapan.
Kemunculan video tersebut kemudian memicu sorotan publik, terutama karena salah satu perempuan yang diduga terlihat dalam video disebut-sebut merupakan YS, anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi Partai Perindo.
Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak sebelum mendapatkan penjelasan langsung dari yang bersangkutan.
“Setelah sidang paripurna nanti akan kita jadwalkan pemanggilannya untuk klarifikasi,” tegas Yusri saat ditemui media di ruang kerjanya, Selasa 08 September 2026.
Yusri juga mendukung langkah Badan Kehormatan (BK) DPRD Lombok Timur apabila turut memanggil anggota dewan tersebut untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran tata tertib maupun kode etik.
Menurutnya, sebagai lembaga yang membawa mandat masyarakat, setiap anggota DPRD dituntut menjaga sikap dan perilaku, termasuk ketika berada di luar lingkungan kedinasan.
“Kalau BK mau memanggil, saya dukung. Silakan diklarifikasi dan dipelajari apakah ada pelanggaran tata tertib maupun kode etik,” ujarnya.
Sebelum pemanggilan resmi dilakukan, Yusri mengaku telah menghubungi anggota dewan yang bersangkutan melalui sambungan telepon. Komunikasi tersebut dilakukan sebagai langkah klarifikasi awal mengenai video yang telanjur menjadi perhatian publik.
Dalam percakapan tersebut, kata Yusri, yang bersangkutan menjelaskan bahwa dirinya sedang berlibur di kawasan Pantai Kuta, Lombok Tengah, bersama saudara dan teman-temannya.
Ia juga mengklaim kegiatan tersebut dilakukan menggunakan anggaran pribadi dan membantah telah mengonsumsi minuman beralkohol.
Terkait keberadaan botol Bir Bintang di atas meja, anggota dewan tersebut berdalih lokasi tempat mereka berada merupakan kawasan wisata yang memperbolehkan penjualan minuman beralkohol.
Namun, Yusri mengatakan, keberadaan botol tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa yang bersangkutan mengonsumsi minuman tersebut.
“Dia bilang, ‘Tapi bukan berarti saya minum, saya enggak bisa minum, Pak Ketua’,” kata Yusri, menirukan jawaban anggota dewan tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon.
Ketua DPRD: Pejabat Publik Harus Lebih Berhati-hati
Meski mendapat bantahan terkait konsumsi minuman beralkohol, Yusri menilai persoalan tersebut tidak berhenti sebatas apakah yang bersangkutan meminum atau tidak.
Menurutnya, anggota DPRD merupakan pejabat publik yang setiap tindak-tanduknya berpotensi menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, sikap dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif semestinya dihindari.
“Walaupun dia mengatakan tidak minum, menurut saya unggahan seperti itu tetap tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik,” tegas Yusri.
Ia menekankan bahwa pemanggilan nantinya bukan dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan memastikan duduk perkara sebenarnya sekaligus memberikan ruang kepada anggota dewan yang bersangkutan untuk menjelaskan secara terbuka.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lombok Timur sebelumnya juga menyatakan akan memanggil anggota dewan tersebut. BK akan meminta keterangan dan mempelajari lebih lanjut apakah terdapat dugaan pelanggaran terhadap tata tertib maupun kode etik DPRD.
Video yang sebelumnya beredar luas itu berdurasi singkat dan memperlihatkan sebuah meja dengan botol Bir Bintang serta bungkus rokok. Salah satu perempuan yang tampak dalam video diduga merupakan YS, anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi Partai Perindo.
Kini publik tinggal menunggu langkah DPRD Lombok Timur dan Badan Kehormatan untuk mengurai persoalan tersebut secara objektif. Klarifikasi resmi dinilai penting agar polemik video viral itu tidak berkembang menjadi asumsi liar di tengah masyarakat.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0 Komentar