Merajut Silaturahmi, Alumni Spensa 85 Tetap Solid Melalui Tradisi Halal Bihalal dan Saweran Sosial

Mataram – Reportase7.com

Semangat kebersamaan alumni SMP Negeri 1 (Spensa) Mataram angkatan 1985 tak luntur dimakan waktu. Sejak resmi terbentuk pada 13 April 2019, komunitas ini terus konsisten menjaga kekompakan melalui berbagai kegiatan rutin, baik secara daring maupun pertemuan fisik.

Momen kehangatan tersebut kembali terlihat dalam acara Halal Bihalal (HBL) yang digelar di Cafe Sonson, Mataram, Minggu (12/04/2026). Sebanyak 75 anggota hadir memadati lokasi acara untuk melepas rindu sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Ketua Alumni Spensa 85, H. Johan Efendi, ST, mengungkapkan bahwa wadah ini didirikan murni sebagai jembatan silaturahmi. Saat ini, tercatat ada 101 anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp (WAG), dengan intensitas pertemuan yang cukup tinggi.

“Alumni Spensa 85 ini kami bentuk sebagai wadah silaturahmi. Alhamdulillah sampai sekarang masih solid. Dalam setahun, kami bisa menggelar pertemuan hingga tiga kali, mulai dari reuni, halal bihalal, hingga agenda wisata seperti di Sembalun,” ujar H. Johan usai acara.

Lebih dari sekadar ajang temu kangen, H. Johan menegaskan bahwa komunitas ini memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Kepedulian antaranggota diwujudkan melalui penggalangan dana sukarela atau sistem "saweran" setiap kali ada anggota yang tertimpa musibah.

“Kalau ada anggota yang sakit, terkena musibah, atau ada keluarga yang meninggal, kami saling membantu. Dana dari saweran itu langsung disalurkan, dan sebagian disimpan sebagai kas untuk kegiatan sosial berikutnya. Harapannya, kami bisa terus solid sampai menua bersama,” imbuhnya.

Senada dengan Ketua, Samiun, S.Pd, salah satu anggota aktif yang juga seorang pengajar, menjelaskan bahwa keberagaman latar belakang anggota justru menjadi perekat di dalam grup. Pria yang akrab disapa Bang Miun ini menyebutkan bahwa koordinasi bantuan sosial selalu dibahas secara transparan melalui WAG.


“Tujuannya semata-mata untuk merajut kebersamaan di tengah keberagaman. Jika ada yang sakit atau meninggal dunia, Ketua akan mengumumkan langkah yang diambil, terutama tradisi menjenguk ke rumah untuk merasakan empati bersama keluarga,” kata Bang Miun.

Ia menambahkan, donasi yang terkumpul dilakukan tanpa paksaan nominal. “Bukan nilai bantuannya yang utama, tapi keikhlasan dan kehadiran kawan-kawan itu yang luar biasa. Meski sibuk, mereka selalu memberi kabar lewat video call atau WhatsApp jika berhalangan hadir,” lanjutnya.

Menutup rangkaian acara Halal Bihalal tahun ini, para alumni dijadwalkan melanjutkan agenda dengan menjenguk salah satu rekan mereka, Toke Afak, yang saat ini tengah dalam masa pemulihan kesehatan sejak Desember lalu. Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa bagi Alumni Spensa 85, kawan lama adalah keluarga selamanya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01